"Komitmen Presiden yang pertama adalah ingin benar-benar berjuang di dalam Dewan Perdamaian ini untuk kemerdekaan Palestina secara utuh dan berdaulat secara penuh," jelas Anwar Iskandar.
Pintu Keluar Jika Tidak Ada Manfaat
Lebih lanjut, Anwar mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo juga membuka peluang bagi Indonesia untuk menarik diri dari keanggotaan BoP jika di kemudian hari ditemukan kebijakan yang tidak menguntungkan atau tidak membawa maslahat bagi Palestina.
"Ada janji bahwa jika memang tidak bermaslahat, Indonesia akan keluar. Itu komitmen yang disampaikan," tegasnya.
Kritik Awal MUI Bersifat Konstruktif
Anwar mengakui bahwa sebelumnya MUI sempat menyampaikan kritik atas rencana keterlibatan Indonesia di BoP. Namun, kritik tersebut bersifat prinsipil dan konstruktif, tetap berpijak pada pertimbangan maslahat dan mudharat.
"Kami memang mengkritik jika memang tidak ada maslahatnya. Kini, setelah penjelasan dan komitmen yang jelas, kami memberikan dukungan," pungkas Ketua Umum MUI tersebut.
Artikel Terkait
Susno Duadji Pertanyakan Misi Rahasia Bandara Kertajati Jadi Pangkalan Militer AS
Reshuffle Kabinet 8 Juni 2026: Chatib Basri Siap Gantikan Purbaya Jadi Menteri Keuangan?
Bocah SD Tewas Bersimbah Luka di Sragen, Polisi Buru Pelaku Kekerasan
Islah Bahrawi Terima Pesan Teror dan Dibuntuti OTK, Rumah di Madura Didatangi Oknum TNI