Dari penerima tingkat atas ini, kurma kemudian disalurkan kembali ke jemaah, santri, dan masyarakat sekitar, sehingga manfaatnya tetap sampai ke tingkat akar rumput.
Mengapa Bantuan Kurma Terasa Belum Merata?
Pertanyaan kerap muncul mengapa bantuan sebesar 100 ton ini belum dirasakan secara langsung oleh sebagian masyarakat. Beberapa faktornya adalah:
- Proporsi Penduduk: Jumlah 100 ton sangat besar, namun jika dibagi ke lebih dari 200 juta umat muslim Indonesia, porsi per individu menjadi sangat kecil.
- Model Distribusi: Penyaluran difokuskan melalui lembaga dan komunitas, bukan pembagian acak ke setiap rumah.
- Pola Bergilir: Tidak semua daerah atau individu mendapat jatah setiap tahun, mengingat tradisi ini berlangsung rutin.
Kemenag menegaskan bahwa distribusi dilakukan secara transparan sesuai pedoman, dengan tujuan mendukung ibadah puasa dan mempererat hubungan bilateral.
Kesimpulan
Bantuan 100 ton kurma dari Arab Saudi merupakan wujud nyata solidaritas dan perhatian terhadap umat Islam Indonesia. Diharapkan di tahun-tahun mendatang, proses distribusinya dapat semakin optimal dan manfaatnya semakin luas dirasakan.
Semoga Ramadan 1447 H membawa berkah dan ketakwaan bagi seluruh umat.
Artikel Terkait
Revisi UU Penyiaran: Ancaman bagi Ekonomi Kreatif Digital Indonesia?
Purbaya Tegas: Penerima Beasiswa LPDP Penghina Negara Diblacklist, Dilarang Bekerja di Pemerintahan
Video Viral Tiara Kartika VCS 8 Menit 21 Detik di Terabox: Fakta dan Link Asli
Fakta Kematian Bripda Dirja: Tewas Dianiaya Senior, Bukan Benturkan Kepala - Polda Sulsel Ungkap Upaya Pengaburan