3. Desakan Evaluasi Total Rekrutmen LPDP
Komisi X DPR RI mendorong dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap proses seleksi penerima beasiswa LPDP. Lalu Hadrian Irfani, Wakil Ketua Komisi X DPR, menekankan pentingnya penanaman integritas dan paham kebangsaan sejak tahap rekrutmen.
"Uang rakyat yang dikelola LPDP harus benar-benar diperuntukkan kembali bagi bangsa dan negara," tegas Lalu. Evaluasi dianggap perlu agar beasiswa tidak hanya dinikmati golongan tertentu dan lebih terbuka bagi daerah tertinggal.
4. Desakan untuk Memperketat Seleksi Awardee
Anggota Komisi X DPR, Andi Muawiyah Ramly, mendesak pemerintah dan LPDP untuk memperketat seleksi. Kriteria penerimaan tidak boleh hanya melihat nilai akademik, tetapi juga rekam jejak, integritas, konsistensi sikap kebangsaan, dan rencana kontribusi.
"LPDP itu mandat negara. Setiap rupiah yang diberikan adalah uang rakyat," ujar Andi. Ia menegaskan bahwa negara harus memastikan investasi pendidikan ini menghasilkan brain gain, bukan brain drain terselubung yang tidak berkontribusi bagi Indonesia.
Kasus ini menjadi pengingat keras bagi seluruh penerima beasiswa negara tentang komitmen dan tanggung jawab moral yang melekat pada dana publik. Publik pun menunggu langkah konkret dari LPDP dan pemerintah dalam menindaklanjuti evaluasi sistem seleksi beasiswa.
Artikel Terkait
Mahfud MD Tegas ke Alumni LPDP: Kritik Pemerintah Boleh, Hina Negara Jangan! Ini Analisisnya
Virgoun & Lindi Fitriyana Nikah 26 Februari 2026: Berkas KUA Sudah Lengkap
Hendri Satrio Kritik Impor 105 Ribu Pick-up India: Esemka Bisa Bangkit Jika Diberi Peluang
Boyamin Saiman Bantah Jokowi: Bukti Tanda Tangan Setujui Revisi UU KPK