Komisi III DPR Sesalkan Penetapan Tersangka Guru Honorer Rangkap Jabatan di Probolinggo
Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, secara tegas menyatakan penyesalan atas penetapan status tersangka terhadap MMH, seorang guru honorer di Probolinggo, Jawa Timur. Penetapan ini dilakukan oleh jaksa karena MMH diduga merangkap jabatan sebagai Pendamping Lokal Desa (PLD).
Alasan Komisi III DPR Menyesalkan Tindakan Jaksa
Habiburokhman menegaskan bahwa seharusnya jaksa memedomani Pasal 36 KUHP baru yang mensyaratkan adanya unsur kesengajaan. Menurutnya, pendekatan pidana dinilai kurang tepat untuk kasus seperti ini.
"Kalau toh hal tersebut salah, seharusnya dia hanya diminta mengembalikan salah satu gajinya tersebut kepada negara," ujar politikus Partai Gerindra tersebut. Ia juga mengingatkan adanya pergeseran paradigma dalam KUHP baru menuju keadilan yang substantif, rehabilitatif, dan restoratif.
Kasus Guru Honorer Probolinggo Akhirnya Dihentikan
Setelah mendapat sorotan, kasus yang menjerat MMH akhirnya dihentikan. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, menjelaskan bahwa penghentian penyidikan dilakukan setelah Kejaksaan Tinggi Jawa Timur mengambil alih perkara.
“Perkara ini telah dihentikan penyidikannya melalui Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKP2),” jelas Anang. Penahanan MMH di Rutan Kraksaan telah dicabut pada Jumat, 20 Februari 2026.
Artikel Terkait
Rismon Sianipar Akui Ijazah Jokowi Asli: Analisis Forensik Ungkap Watermark UGM
Viral Video Vell TikTok 8 Menit: Fakta, Tato Sensitif & Bahaya Link Palsu
Penkopassus Bantah Isu Seskab Teddy Ditampar Pangkopassus: Klarifikasi Lengkap dan Kronologi Hoaks
Ade Armando & Abu Janda Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Ini Penyebab & Respons Mereka