Peringatan Keras untuk Laporan Palsu dan Manipulatif
Suasana mendadak tegas ketika Prabowo menyentuh persoalan akurasi data. Ia mengaku kesulitan mendapatkan laporan yang jujur, tanpa rekayasa atau polesan manipulatif.
Nada bicaranya meninggi saat memberikan peringatan keras kepada seluruh jajaran pemerintahan.
“Saya susah dapat laporan, mudah-mudahan ini laporan yang benar, jangan main-main lagi dengan saya laporan palsu, laporan menyenang-nyenangkan, laporan supaya bisa akal-akalan, saya kasih peringatan keras ini,” tegas Prabowo.
Apresiasi untuk Kemajuan yang Nyata
Di sisi lain, Prabowo tidak menutup mata pada kemajuan yang dicapai. Ia mengaku gembira melihat laporan lonjakan kinerja aset, asalkan data yang disampaikan tersebut benar adanya dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Saya dapat laporan saya cukup gembira dibandingkan tahun sebelumnya sudah naik lebih dari 300 persen, ini cukup baik,” pungkasnya.
Pernyataan Presiden Prabowo Subianto ini menjadi sinyal kuat untuk melakukan reformasi birokrasi, memberantas budaya ABS, dan mengutamakan integritas data dalam setiap pelaporan di lingkungan pemerintahan.
Artikel Terkait
Prada Arif Tewas dengan 10 Luka Tusuk di Tangerang, Polisi Tangkap 4 Pelaku dalam 24 Jam
Hasto Kristiyanto Kritik Keras Pelibatan Babinsa Awasi Pajak: Bentuk Penyalahgunaan Kekuasaan Negara
Ahli Digital Forensik Ungkap Manipulasi Replikasi Data dalam Kasus Ijazah Jokowi
Gibran Duduk di Kursi Menteri Saat Sidang Kabinet: Isyarat Politik atau Sekadar Teknis?