Presiden optimistis bahwa penerapan WFH, jika dilakukan dengan baik seperti pada masa pandemi Covid-19, dapat menghasilkan penghematan BBM dalam jumlah sangat besar. Penghematan ini pada gilirannya akan meringankan beban keuangan negara di tengah ketidakpastian pasar energi dunia.
Pernyataan ini sekaligus mengoreksi anggapan bahwa stok BBM Indonesia sepenuhnya aman. Prabowo menekankan pentingnya langkah antisipatif, mengingat belum ada kepastian berakhirnya perang serta belum normalnya operasi di Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak dunia.
"Kita tidak bisa mengatakan bahwa apa pun terjadi kita aman, tapi tidak ada upaya untuk mengurangi konsumsi BBM," tegas Prabowo Subianto, menegaskan pentingnya langkah penghematan sebagai bagian dari strategi ketahanan energi nasional.
Artikel Terkait
Defisit APBN Bisa Naik di Atas 3%, Ini Syarat Menurut Menkeu Purbaya
Biaya Tersembunyi Trading: 7 Faktor yang Menggerogoti Profit Trader
Cara Download Video TikTok Tanpa Aplikasi 2024: Mudah, Cepat & Gratis
Menag: Boikot Produk Pro-Israel Picu PHK Ribuan Pekerja di Indonesia