Presiden optimistis bahwa penerapan WFH, jika dilakukan dengan baik seperti pada masa pandemi Covid-19, dapat menghasilkan penghematan BBM dalam jumlah sangat besar. Penghematan ini pada gilirannya akan meringankan beban keuangan negara di tengah ketidakpastian pasar energi dunia.
Pernyataan ini sekaligus mengoreksi anggapan bahwa stok BBM Indonesia sepenuhnya aman. Prabowo menekankan pentingnya langkah antisipatif, mengingat belum ada kepastian berakhirnya perang serta belum normalnya operasi di Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak dunia.
"Kita tidak bisa mengatakan bahwa apa pun terjadi kita aman, tapi tidak ada upaya untuk mengurangi konsumsi BBM," tegas Prabowo Subianto, menegaskan pentingnya langkah penghematan sebagai bagian dari strategi ketahanan energi nasional.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri