Presiden optimistis bahwa penerapan WFH, jika dilakukan dengan baik seperti pada masa pandemi Covid-19, dapat menghasilkan penghematan BBM dalam jumlah sangat besar. Penghematan ini pada gilirannya akan meringankan beban keuangan negara di tengah ketidakpastian pasar energi dunia.
Pernyataan ini sekaligus mengoreksi anggapan bahwa stok BBM Indonesia sepenuhnya aman. Prabowo menekankan pentingnya langkah antisipatif, mengingat belum ada kepastian berakhirnya perang serta belum normalnya operasi di Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak dunia.
"Kita tidak bisa mengatakan bahwa apa pun terjadi kita aman, tapi tidak ada upaya untuk mengurangi konsumsi BBM," tegas Prabowo Subianto, menegaskan pentingnya langkah penghematan sebagai bagian dari strategi ketahanan energi nasional.
Artikel Terkait
Susno Duadji Pertanyakan Misi Rahasia Bandara Kertajati Jadi Pangkalan Militer AS
Reshuffle Kabinet 8 Juni 2026: Chatib Basri Siap Gantikan Purbaya Jadi Menteri Keuangan?
Bocah SD Tewas Bersimbah Luka di Sragen, Polisi Buru Pelaku Kekerasan
Islah Bahrawi Terima Pesan Teror dan Dibuntuti OTK, Rumah di Madura Didatangi Oknum TNI