Presiden optimistis bahwa penerapan WFH, jika dilakukan dengan baik seperti pada masa pandemi Covid-19, dapat menghasilkan penghematan BBM dalam jumlah sangat besar. Penghematan ini pada gilirannya akan meringankan beban keuangan negara di tengah ketidakpastian pasar energi dunia.
Pernyataan ini sekaligus mengoreksi anggapan bahwa stok BBM Indonesia sepenuhnya aman. Prabowo menekankan pentingnya langkah antisipatif, mengingat belum ada kepastian berakhirnya perang serta belum normalnya operasi di Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak dunia.
"Kita tidak bisa mengatakan bahwa apa pun terjadi kita aman, tapi tidak ada upaya untuk mengurangi konsumsi BBM," tegas Prabowo Subianto, menegaskan pentingnya langkah penghematan sebagai bagian dari strategi ketahanan energi nasional.
Artikel Terkait
Prada Arif Tewas dengan 10 Luka Tusuk di Tangerang, Polisi Tangkap 4 Pelaku dalam 24 Jam
Hasto Kristiyanto Kritik Keras Pelibatan Babinsa Awasi Pajak: Bentuk Penyalahgunaan Kekuasaan Negara
Ahli Digital Forensik Ungkap Manipulasi Replikasi Data dalam Kasus Ijazah Jokowi
Gibran Duduk di Kursi Menteri Saat Sidang Kabinet: Isyarat Politik atau Sekadar Teknis?