Berikut kronologi insiden beruntun yang menimpa pasukan Indonesia di Lebanon:
- Minggu, 29 Maret: Praka Farizal Rhomadhon gugur setelah posisi kontingen Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr terkena tembakan artileri.
- Senin, 30 Maret: Dua personel lainnya, Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan, gugur dalam serangan terhadap konvoi yang mereka kawal.
Hingga kini, belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan-serangan mematikan terhadap pasukan perdamaian Indonesia tersebut. PBB telah memastikan bahwa penyelidikan mendalam sedang berlangsung dan hasilnya akan diumumkan kepada publik dalam waktu dekat.
Seruan UNIFIL untuk Perlindungan Pasukan Perdamaian
Menanggapi rangkaian insiden ini, UNIFIL kembali menegaskan seruan kepada semua pihak yang bertikai di Lebanon. Mereka diminta untuk menjamin keselamatan dan keamanan personel penjaga perdamaian PBB serta menghindari segala bentuk aktivitas tempur di sekitar area operasi UNIFIL.
Misi UNIFIL, yang telah berlangsung sejak 1978, bertujuan untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di perbatasan Lebanon-Israel. Keberadaan pasukan perdamaian, termasuk Kontingen Garuda Indonesia, merupakan elemen kritis dalam mencegah eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan tersebut.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri