"Motor tersebut belum dibagikan. Setelah seluruhnya lengkap, akan dicatat terlebih dahulu sebagai BMN sebelum didistribusikan," jelasnya. Proses realisasi pengadaan secara bertahap sendiri dimulai sejak Desember 2025.
Klarifikasi Jumlah Unit: 21.801 Unit, Bukan 70.000 Unit
Menanggapi informasi viral yang menyebut pengadaan mencapai 70.000 unit, Dadan Hindayana dengan tegas membantahnya. Ia menyatakan bahwa informasi tersebut adalah tidak benar atau hoaks.
"Informasi 70.000 unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan di tahun 2025," sebut Dadan.
Himbauan untuk Masyarakat
Dadan berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Pengadaan motor listrik ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan kelancaran dan efisiensi Program MBG di seluruh Indonesia.
Dengan adanya kendaraan operasional ini, diharapkan monitoring dan pelayanan gizi kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri