DPR Minta BGN Fokus pada Tugas Utama
Charles Honoris menekankan bahwa fokus utama BGN seharusnya adalah pemenuhan gizi anak-anak, bukan pada pengadaan yang dianggap tidak jelas urgensi dan dasar penganggarannya. Komisi IX DPR pun menuntut penjelasan yang transparan dan kuat dari BGN terkait kebijakan ini.
"Kalau tidak ada penjelasan yang kuat dan transparan terkait dasar penganggaran dan urgensinya, maka ini patut diduga sebagai kebijakan yang tidak tepat dan harus dihentikan," jelasnya.
Rencana Pemanggilan Kepala BGN oleh DPR
Sebagai bentuk pengawasan, Komisi IX DPR berencana untuk memanggil Kepala BGN, Dadan Hindayana, untuk memberikan penjelasan yang utuh dan pertanggungjawaban resmi terkait pengadaan motor listrik tersebut.
"Kami akan memanggil dan meminta pertanggungjawaban resmi dari BGN. Kita tidak akan membiarkan anggaran negara digunakan tanpa akuntabilitas yang jelas," tutup Charles Honoris.
Artikel Terkait
Kasus Ijazah Jokowi: 120 Saksi Diperiksa, Pengacara Kritik Penyelidikan Lamban Polda Metro Jaya
Kronologi Lengkap Pengeroyokan Tewaskan Dadang di Hajatan Purwakarta: Pelaku Ditangkap
Fakta Motor Listrik BGN 2025: 21.801 Unit untuk Program Makan Bergizi Gratis, Bukan 70.000 Unit
Kasus Pelecehan Seksual Anak 3 Tahun di Penahanan Imigrasi AS: Bongkar Kegagalan Sistem ORR