Motor Listrik Emmo untuk MBG: Fakta White Label, TKDN 48,5%, dan Isu Transparansi

- Minggu, 12 April 2026 | 16:25 WIB
Motor Listrik Emmo untuk MBG: Fakta White Label, TKDN 48,5%, dan Isu Transparansi

Motor Listrik Emmo untuk Program MBG: Antara Kecepatan Produksi dan Isu White Labeling

Pengadaan 25 ribu unit motor listrik untuk operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi sorotan publik. Yang mengejutkan adalah kecepatan produksinya, di mana sekitar 21.801 unit motor listrik merek Emmo telah siap digunakan hanya dalam waktu sekitar 11 bulan.

Motor yang diproduksi oleh PT Yasa Artha Trimanunggal dengan tipe skuter dan trail ini menuai kontroversi. Beredar kuat dugaan bahwa mayoritas komponen motor listrik Emmo ini diimpor dari China, lalu dirakit di Indonesia sebelum diberi label merek lokal, atau yang dikenal dengan praktik white labeling.

Mengapa Produksi Bisa Sangat Cepat? Skema Rakitan Mirip "Lego"

Skema white labeling diduga menjadi kunci kecepatan produksi. Komponen yang datang dalam bentuk jadi memudahkan proses perakitan layaknya menyusun Lego, mulai dari pemasangan ban, penyambungan kabel, hingga finishing dengan stiker merek Emmo.

Status TKDN Motor Listrik Emmo dan Pertanyaan "Produk Lokal"


Halaman:

Komentar