Menurutnya, selain ramah lingkungan, kemasan daun juga memberikan nilai tambah. "Penggunaan daun bisa menambah aroma khas pada makanan tertentu, yang menjadi daya tarik dan keunikan tersendiri bagi konsumen," ujar Puan.
Dukung SDGs dan Kurangi Polusi Plastik
Peralihan ke kemasan organik ini sejalan dengan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam pengelolaan limbah. Puan mengutip data United Nations Environment Programme (UNEP) yang menyebut sekitar 19-23 juta ton limbah plastik mencemari ekosistem perairan global setiap tahun.
"Semangatnya adalah, selagi harga plastik tinggi, kita bisa mencari alternatif kemasan lain yang sekaligus mengurangi sampah plastik," tegasnya.
Dukungan Pemerintah dan Peran DPR
Puan menekankan perlunya dukungan pemerintah untuk memfasilitasi transisi ini. Ia mendorong kementerian dan lembaga terkait untuk menyiapkan sistem dan regulasi pendukung.
"Apabila sistemnya mendukung, bukan tidak mungkin bahan organik bisa menggantikan kemasan plastik sekali pakai. Pemerintah perlu memberikan dukungan dan fasilitas, khususnya bagi pelaku usaha dan konsumen. DPR akan melakukan pengawasan sesuai tugas dan kewenangannya," pungkas Ketua DPR tersebut.
Artikel Terkait
Prada Arif Tewas dengan 10 Luka Tusuk di Tangerang, Polisi Tangkap 4 Pelaku dalam 24 Jam
Hasto Kristiyanto Kritik Keras Pelibatan Babinsa Awasi Pajak: Bentuk Penyalahgunaan Kekuasaan Negara
Ahli Digital Forensik Ungkap Manipulasi Replikasi Data dalam Kasus Ijazah Jokowi
Gibran Duduk di Kursi Menteri Saat Sidang Kabinet: Isyarat Politik atau Sekadar Teknis?