Menurutnya, selain ramah lingkungan, kemasan daun juga memberikan nilai tambah. "Penggunaan daun bisa menambah aroma khas pada makanan tertentu, yang menjadi daya tarik dan keunikan tersendiri bagi konsumen," ujar Puan.
Dukung SDGs dan Kurangi Polusi Plastik
Peralihan ke kemasan organik ini sejalan dengan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam pengelolaan limbah. Puan mengutip data United Nations Environment Programme (UNEP) yang menyebut sekitar 19-23 juta ton limbah plastik mencemari ekosistem perairan global setiap tahun.
"Semangatnya adalah, selagi harga plastik tinggi, kita bisa mencari alternatif kemasan lain yang sekaligus mengurangi sampah plastik," tegasnya.
Dukungan Pemerintah dan Peran DPR
Puan menekankan perlunya dukungan pemerintah untuk memfasilitasi transisi ini. Ia mendorong kementerian dan lembaga terkait untuk menyiapkan sistem dan regulasi pendukung.
"Apabila sistemnya mendukung, bukan tidak mungkin bahan organik bisa menggantikan kemasan plastik sekali pakai. Pemerintah perlu memberikan dukungan dan fasilitas, khususnya bagi pelaku usaha dan konsumen. DPR akan melakukan pengawasan sesuai tugas dan kewenangannya," pungkas Ketua DPR tersebut.
Artikel Terkait
Susno Duadji Pertanyakan Misi Rahasia Bandara Kertajati Jadi Pangkalan Militer AS
Reshuffle Kabinet 8 Juni 2026: Chatib Basri Siap Gantikan Purbaya Jadi Menteri Keuangan?
Bocah SD Tewas Bersimbah Luka di Sragen, Polisi Buru Pelaku Kekerasan
Islah Bahrawi Terima Pesan Teror dan Dibuntuti OTK, Rumah di Madura Didatangi Oknum TNI