MULTAQOMEDIA.COM - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, secara resmi menyampaikan permohonan maaf atas pernyataan kontroversialnya pasca insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam. Permintaan maaf ini disampaikan setelah usulannya mengenai penempatan gerbong khusus perempuan menuai kritik publik.
Dalam pernyataan sebelumnya, Arifah mengusulkan agar gerbong khusus perempuan pada KRL dipindahkan ke bagian tengah rangkaian, sementara gerbong laki-laki ditempatkan di ujung depan dan belakang. Usulan ini muncul sebagai respons terhadap kecelakaan kereta api yang terjadi di Bekasi Timur.
"Terkait pernyataan saya pascainsiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur, saya menyadari bahwa pernyataan tersebut kurang tepat. Untuk itu, saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada para korban dan keluarga korban yang merasa tersakiti atau tidak nyaman atas pernyataan tersebut," ucap Arifah melalui akun Instagram @kemenpppa, dikutip pada Kamis (30/4/2026).
Artikel Terkait
5 Fitur Praktis Mitsubishi Xforce yang Bikin Berkendara Makin Mudah dan Aman
Remaja 18 Tahun Tega Bunuh Kakak Kandung di Semarang, Pelaku Mengaku Mabuk dan Tersinggung
Ahmad Dhani Bantah Keras Tuduhan KDRT Maia Estianty: Itu Laporan Palsu
DPR Kritik Usulan Gerbong Perempuan di Tengah: Solusi Keselamatan Tak Cukup Hanya Relokasi