Akibat aksi pengadangan dan kemacetan yang ditimbulkan, Sodik menyatakan bahwa proses penjemputan pasien mengalami keterlambatan yang cukup signifikan. "Setelah itu orangnya juga masih marah, juga sempat ya berkata kotor, terakhir bilang intinya enggak apa diviralkan. Setelah itu kita sampai telat kurang lebih 10 menitan," ucap Sodik, menggambarkan dampak serius dari insiden tersebut terhadap keselamatan pasien.
Buntut dari viralnya video tersebut, Kopka Sujarwo didampingi atasannya mendatangi kantor YDSF pada Rabu (29/4) untuk mengklarifikasi tindakannya. Dalam pertemuan tersebut, Kopka Sujarwo akhirnya mengakui kesalahannya dan menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada sopir ambulans yang bertugas.
"Saya atas nama Kopka Sujarwo dengan ini menyampaikan permohonan maaf kepada pihak YDSF driver ambulans atas nama Varhan. Dengan viralnya video di media sosial yang mana kami melanggar lalu lintas. Saya tidak akan mengulangi pelanggaran tersebut," kata Sujarwo dalam pernyataan permohonan maafnya.
Sodik menyatakan bahwa pihak yayasan telah menerima permintaan maaf tersebut dan menganggap persoalan ini telah selesai secara kekeluargaan. "Setelah datang ke sini, kita diskusi, saling menjelaskan kejadian dan Bapak Sujarwo juga mengakui kesalahannya. Untuk permasalahan sudah clear, sudah selesai," pungkasnya, menutup rangkaian insiden yang sempat menjadi sorotan publik ini.
Artikel Terkait
KPK Jamin Status Mahasiswa Unsoed Aman dan Kuliah Tetap Normal di Tengah Kasus Dugaan Pemerasan
Kronologi Lengkap Pencopotan dan Penangkapan Lodewyk Pusung: Fakta Telepon Teddy Indra Wijaya hingga Sidang Praperadilan BGN
Wafa Ahdina Mundur dari Unhan demi Pertahankan Hijab: Kisah Lengkap di Balik Keputusan Besar
KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Unsoed: Rektor dan Wakil Rektor Terjaring Dugaan Pemerasan Seleksi Mandiri