Satpam Otak Pencurian 1.700 Ompreng MBG di Ciputat, Polisi Tetapkan 3 Tersangka

- Rabu, 29 Juli 2026 | 02:50 WIB
Satpam Otak Pencurian 1.700 Ompreng MBG di Ciputat, Polisi Tetapkan 3 Tersangka








MULTAQOMEDIA.COM - Polsek Ciputat Timur mengungkap perkembangan penyidikan kasus dugaan pencurian 1.700 ompreng atau baki makanan berbahan stainless di Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 07 Ciputat, Kota Tangerang Selatan. Seorang petugas keamanan (satpam) berinisial T diduga menjadi aktor utama yang menyusun skenario pencurian tersebut.




Kronologi Pengungkapan Kasus Pencurian Ompreng MBG




Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang diterima melalui layanan darurat 110. Korban kemudian membuat laporan resmi di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) sehingga penyelidikan segera dilakukan.




"Memang benar ada sebuah peristiwa pidana dan itu dilaporkan ke layanan kami di 110. Korban sendiri juga sudah membuat laporan ke SPKT kami," ujar Bambang di Ciputat, Selasa (28/7/2026).




Polisi Periksa Lima Saksi dan Manfaatkan Informasi Warga




Dalam proses penyelidikan, polisi memeriksa lima orang saksi, termasuk korban. Penyidik juga menggali informasi dari masyarakat untuk mempersempit pencarian pelaku. Bambang menyatakan pihaknya memanfaatkan jaringan Pokdarkamtibmas serta grup komunikasi RT dan RW dengan menyebarkan informasi terkait kasus pencurian di Dapur SPPG 07 Ciputat. Langkah ini dilakukan mengingat lokasi tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).




"Kami melakukan proses penyelidikan, tidak hanya berbekal keterangan saksi yang sudah ada, tapi bagaimana kisaran suara di masyarakat. Kami punya Pokdarkamtibmas, kami ada di grup RT RW, kami lempar permasalahan ini terkait dengan peristiwa pidana pencurian pemberatan yang terjadi di Dapur SPBG 07 Ciputat," katanya.




Satpam Jadi Tersangka Utama Pencurian Ompreng




Dari informasi yang dihimpun, polisi memperoleh petunjuk mengenai salah seorang satpam yang bekerja di dapur tersebut. Berdasarkan informasi masyarakat, satpam itu disebut memiliki tabiat yang kurang baik sehingga menjadi fokus pendalaman penyidik.




"Bahwa salah satu security atau satuan pengamanan yang dipekerjakan di Dapur SPBG ini memang diinformasikan oleh teman-teman Pokdarkamtibmas ada tabiat yang kurang baik. Ini yang kami gali sampai akhirnya kami panggil ke kantor dan kami lakukan cek urine," tutur Bambang.




Hasil pemeriksaan urine terhadap satpam tersebut menunjukkan positif mengandung amfetamin dan metamfetamin. Menurut Bambang, temuan itu menjadi salah satu pintu masuk bagi penyidik untuk mengembangkan penyelidikan, didukung keterangan para saksi serta informasi dari masyarakat hingga akhirnya dilakukan penangkapan.




Tiga Tersangka Ditetapkan dalam Kasus Pencurian Baki MBG




Dalam perkara ini, polisi telah menetapkan tiga tersangka berinisial T, D, dan G. Berdasarkan hasil penyidikan sementara, T yang merupakan satpam diduga berperan sebagai otak pelaku dengan menyusun skenario pencurian. Sementara D dan G diduga bertindak sebagai pelaku eksekusi serta penampung barang hasil curian.




"Security T ini punya peran sangat dominan. Dia sebagai kreator yang membuat skenario bagaimana pencurian pemberatan ini berlangsung sampai dia memerintahkan orang untuk melakukan aksi tersebut," ujar Bambang.




Meski demikian, Bambang menegaskan penyidik masih terus mendalami peran masing-masing tersangka untuk melengkapi proses penyidikan.

Komentar