Sahabat almarhum juga mengungkapkan bahwa Yurizal sempat merasa sedih dan menangis setelah membaca komentar-komentar negatif tersebut, yang diduga memperburuk kondisinya. Kasus ini memicu kemarahan warganet dan menarik perhatian Kementerian Kesehatan (Kemenkes), yang menyoroti komentar nirempati dari terduga nakes.
Menanggapi kecaman publik, pemilik akun @nouzzha_kim dilaporkan menyampaikan permintaan maaf melalui video yang beredar di media sosial. Video tersebut menunjukkan klarifikasi dan penyesalan atas komentar yang dinilai tidak berempati.
Video permintaan maaf dari pemilik akun nouzzha_kim. pic.twitter.com/NiQmqPPoyn
Kasus ini tidak hanya menyoroti antrean panjang di rumah sakit rujukan dan tantangan sistem BPJS, tetapi juga etika bermedia sosial di kalangan tenaga kesehatan. Sejumlah akun lain yang diduga milik dokter dan nakes juga turut dikecam dan sebagian telah meminta maaf secara terbuka. Publik dan pihak terkait terus menantikan tindak lanjut, termasuk kemungkinan somasi atau proses hukum dari pihak keluarga dan pendukung almarhum.
Artikel Terkait
Remaja 14 Tahun Bakar Mantan Pacar Hingga Tewas di Nabire, Motifnya karena Takut Ancaman Ini
Dokter BPJS Viral: Tamara Jasmine Kecam Pasien Playing Victim hingga Tuai Hujatan Warganet
Kemenkes Angkat Bicara Soal Dokter Tak Berempati ke Pasien BPJS: Imbau Lapor ke Konsil Kesehatan Indonesia (KKI)
Dokter Elda Putri Rahardini Minta Maaf Usai Hina Pasien BPJS: Saya Sangat Menyesal