"Mending banyakin duit halal daripada banyakin bacot, biar bisa bayar dan merasakan asuransi swasta. Dan bisa berpendidikan biar akhlak tidak minus dan tidak playing victim," tambahnya dalam unggahan yang sama.
Pernyataan kontroversial dari oknum dokter tersebut dengan cepat menyebar luas dan memicu reaksi keras dari berbagai kalangan. Tak sedikit netizen dan rekan sejawat sesama dokter yang kemudian memberikan nasihat serta teguran kepada pemilik akun @tamdjs agar lebih bijak dalam bermedia sosial.
"Dok, enough lah. Lagi panas begini gak usah mengundang netizen. Titelmu itu jadi representasi semua sejawat soalnya," ujar akun @dr.ferrykslg dalam kolom komentar.
"Edan, jahat banget mbak ketikannya. Saya sangka akun Neta"," kata akun Koiyo Cabe menimpali.
"Sebenarnya, jadi dokter itu dites kejiwaan gak untuk memfilter modelan seperti Tamara Jasmine? Takut banget berobat pakai BPJS Kesehatan. Kok bisa dokter ngomong, tidak ada yang minta kalian berobat," ungkap akun @ira" dengan nada menyindir.
Kontroversi ini bermula dari viralnya keluhan seorang pasien BPJS bernama Yurizal Tri Chaerawan yang mengaku kesulitan mendapatkan kamar rawat inap di rumah sakit. Keluhan tersebut ternyata memantik respons negatif dari sejumlah dokter dan tenaga kesehatan lainnya. Kasus ini semakin memanas dan menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Bahkan, beberapa dokter dan tenaga kesehatan yang terlibat telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka setelah kabar duka Yurizal meninggal dunia tersebar luas.
Artikel Terkait
Dokter Tifa Resmi Mundur dari Polemik Ijazah Jokowi, Kembali Fokus ke Dunia Kesehatan
Remaja 14 Tahun Bakar Mantan Pacar Hingga Tewas di Nabire, Motifnya karena Takut Ancaman Ini
Kemenkes Angkat Bicara Soal Dokter Tak Berempati ke Pasien BPJS: Imbau Lapor ke Konsil Kesehatan Indonesia (KKI)
Pasien BPJS Meninggal Usai 8 Jam Menunggu Ruang Rawat Inap, Viral Komentar Nakes yang Dikecam Publik