Kurang lancarnya pasokan dana dari kubu Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi pelan-pelan mulai membuat keretakan internal para pendukungnya.
"Pelan-pelan gerombolan yang eksis karena imbalan uang dan jabatan ini akan bubar dengan sendirinya," kata peneliti media dan politik Buni Yani melalui akun Facebook pribadinya yang dikutip Senin 11 Agustus 2025.
Menurut Buni Yani, selama uang terus mengalir ke para pendukungnya, maka teriakan mereka akan terus terdengar membela Jokowi.
"Tetapi begitu uang berhenti mengalir, maka saat itulah Jokowi akan ditinggalkan dengan sepenuhnya," kata Buni Yani.
Salah satu cara menghentikan Jokowi dan para pendukungnya adalah dengan memotong sumber dananya.
Buni Yani berharap Presiden Prabowo Subianto tidak ragu mengusut sumber dana Jokowi yang dipakai untuk melakukan adu domba dan merusak bangsa selama ini.
"Kemungkinan besar itu berasal dari dana korupsi selama 10 tahun yang ditengarai sejumlah kalangan," kata Buni Yani.
Saat ini, kata Buni Yani, publik menunggu ketegasan Prabowo terhadap Jokowi. Semakin lama Prabowo menunda menyingkirkan Jokowi dan geng Solo, maka semakin membahayakan pemerintahannya.
"Tentu saja juga membahayakan bangsa dan negara. Karena Jokowi bukanlah sekutu yang bisa dipercaya," pungkas Buni Yani.
Sumber: rmol
Foto: Presiden ke-7 RI Joko Widodo/Ist
Artikel Terkait
3 Kebijakan Pemerintah yang Memberatkan Kelas Menengah: BBM Naik, Mobil Listrik Kena Pajak, hingga Tol Kena PPN
Vaksin HPV untuk Laki-Laki Dimulai 2026: Sasaran, Manfaat, dan Strategi Cegah Kanker Serviks
Polemik Ijazah Jokowi Menurut Pengacara: Tak Selesai Meski Ditunjukkan ke Publik
Rismon Sianipar Akui Ijazah Jokowi Asli: Analisis Forensik Ungkap Watermark UGM