Proses Evakuasi yang Disayangkan Keluarga
Keluarga korban menyayangkan tindakan oknum Brimob saat mengevakuasi Arianto. Video detik-detik evakuasi juga telah beredar di media sosial.
"Mereka menarik almarhum layaknya binatang, tidak digendong, tapi ditarik dari belakang ke dalam mobil dengan posisi menyamping," ujar Nasri dengan penuh kesal.
Pihak keluarga menilai insiden ini merupakan tindakan penganiayaan murni, bukan seperti yang diisukan pelaku.
Penanganan Kasus oleh Kepolisian
Komandan Batalyon (Danyon) C Pelopor, Kompol Rudy Muskitta, membenarkan adanya peristiwa ini. Ia menyatakan bahwa kasus telah ditangani oleh Polres Tual.
"Iya, sementara dalam penanganan Polres Tual," ujar Kompol Rudy saat dikonfirmasi.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari kepolisian terkait perkembangan penyelidikan. Proses hukum masih berlangsung untuk mengungkap kronologi lengkap dan mempertanggungjawabkan oknum yang terlibat.
Kata Kunci: Siswa MAN Tual tewas, penganiayaan oknum Brimob Maluku, Arianto Tawakal, Nasri Karim, kronologi penganiayaan Tual, Polres Tual, Brimob Batalyon C Pelopor.
Artikel Terkait
IPW: Polisi Diadang Oknum TNI Saat Gerebek Gudang Timah Ilegal 28 Ton di Belitung Timur
Kericuhan Peringatan 21 Tahun Perdamaian Aceh: Massa Rusak Lambang Garuda dan Bendera Merah Putih di Pendopo Gubernur
Gempa NTT Magnitudo 7,7 Tewaskan 38 Orang: Evakuasi Korban Terjebak Reruntuhan Masih Berlangsung
Kericuhan Peringatan 21 Tahun Perdamaian Aceh di Baiturrahman: Massa Lempar Batu, Aparat Balas Gas Air Mata