Kasus Nizam (12) Tewas di Sukabumi: Ibu Kandung Gugat, Ada Dugaan KDRT dan Penganiayaan
SUKABUMI, MULTQOMEDIA.COM – Lisnawati, ibu kandung almarhum Nizam Safei (12), kini berjuang keras mencari keadilan atas kematian putranya yang dinilai janggal. Nizam tewas dalam kondisi yang memprihatinkan dengan tubuh penuh luka lebam dan luka bakar saat tinggal bersama ayah kandungnya, Anwar Satibi, dan ibu tirinya (berinisial TR, 47).
Untuk mengawal kasus ini, Lisnawati menggandeng pengacara Mira Widyawati, advokat yang juga menangani kasus meninggalnya diplomat muda Kemlu RI, Arya Daru Pangayunan.
Klaim KDRT Sejak dalam Kandungan dan Hilangnya Kontak
Mira Widyawati membantah informasi yang beredar bahwa ibu kandung Nizam telah meninggal. Ia mengungkapkan, berdasarkan penuturan kliennya, hubungan antara Lisnawati dan Anwar telah diwarnai dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) sejak lama.
"Menurut cerita Bu Lisna, KDRT sudah terjadi sejak ia mengandung Nizam. Bahkan pernah ada ucapan menyakitkan yang jika diterjemahkan, 'Kamu mati saja sekalian dengan anak dalam kandunganmu'," ungkap Mira, Senin (23/6).
Setelah orang tuanya bercerai, Nizam yang sempat tinggal di pesantren, akhirnya tinggal dengan ayah dan ibu tirinya. Dalam empat tahun terakhir, Lisnawati kehilangan kontak dengan anaknya karena Anwar dikabarkan menyatakan bahwa ibunya telah meninggal dunia.
Kondisi Jenazah yang Mencurigakan dan Pernyataan Terakhir Korban
Lisnawati baru mengetahui kondisi anaknya ketika mendapat kabar dari Anwar bahwa Nizam dirawat di ICU karena sakit paru-paru. Sayangnya, saat ia tiba di Rumah Sakit Jampangkulon, Sukabumi, Nizam telah meninggal dan jenazahnya telah dibawa ke RS Bhayangkara untuk autopsi.
Di RS Bhayangkara, Lisnawati mendapati kondisi jenazah anaknya dengan luka lebam, luka bakar, dan tanda pendarahan. Mira juga membantah kabar bahwa Nizam mengidap penyakit berat seperti leukemia atau autoimun, sebagaimana beredar sebelumnya.
Artikel Terkait
IPW: Polisi Diadang Oknum TNI Saat Gerebek Gudang Timah Ilegal 28 Ton di Belitung Timur
Kericuhan Peringatan 21 Tahun Perdamaian Aceh: Massa Rusak Lambang Garuda dan Bendera Merah Putih di Pendopo Gubernur
Gempa NTT Magnitudo 7,7 Tewaskan 38 Orang: Evakuasi Korban Terjebak Reruntuhan Masih Berlangsung
Kericuhan Peringatan 21 Tahun Perdamaian Aceh di Baiturrahman: Massa Lempar Batu, Aparat Balas Gas Air Mata