Menteri P2MI Ungkap 3 Korban Penganiayaan Majikan di Malaysia, Bukan Hanya Satu TKW
Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mengungkapkan bahwa kasus penganiayaan majikan di Johor Bahru, Malaysia, tidak hanya menimpa satu Tenaga Kerja Wanita (TKW). Ternyata, ada tiga orang pekerja migran yang menjadi korban kekerasan fisik dalam insiden yang videonya viral di media sosial beberapa hari terakhir.
Identitas Korban Penganiayaan di Johor Bahru
Korban dalam video viral yang beredar luas diketahui berinisial YY. Sementara itu, dua korban lainnya, yaitu YA dan SH, juga mengalami perlakuan serupa saat bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di Johor Bahru. Ketiga pekerja migran Indonesia (PMI) ini dilaporkan mengalami kekerasan fisik dari majikan mereka.
Mukhtarudin menjelaskan bahwa saat ini korban YY telah ditempatkan di tempat tinggal sementara di Malaysia. Satu korban lainnya berada dalam perlindungan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru dan ditempatkan di Tempat Tinggal Sementara (TTS). Sementara itu, satu korban yang berada di Kuala Lumpur masih dalam proses penjemputan oleh pihak perwakilan RI.
Kronologi Kasus Penganiayaan TKW di Malaysia
Kasus ini mulai terungkap setelah YY melaporkan tindak kekerasan yang dialaminya ke KJRI Johor Bahru. Dalam laporannya, YY juga menyebutkan bahwa dua WNI lainnya, yakni YA dan SH, diduga mengalami perlakuan serupa saat bekerja sebagai ART di Johor Bahru.
"Berdasarkan informasi dari Perwakilan Republik Indonesia di Johor Bahru, kasus ini terungkap setelah seorang PMI berinisial YY melaporkan dugaan tindak kekerasan fisik yang dialaminya kepada layanan KSATRIA KJRI Johor Bahru pada 13 Juni 2026," ujar Mukhtarudin kepada wartawan, Senin (15/6/2026).
"Dalam laporannya, YY juga menyampaikan bahwa dua PMI lainnya, yaitu YA dan SH, diduga mengalami perlakuan serupa saat bekerja sebagai asisten rumah tangga di Johor Bahru," katanya.
Artikel Terkait
BMKG Konfirmasi Tsunami 9-18 Cm Terdeteksi di 3 Lokasi Usai Gempa 7,7 Laut Sulawesi
Gempa M6,5 Susulan Guncang Tahuna Sangihe Usai Gempa Utama M7,7, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami
Peluru Nyasar TNI di Padang: Mahasiswi UNP dan Warga Sipil Jadi Korban Latihan Militer
Pesawat Militer AS Terbang di Langit Padang, TNI AU Buka Suara Soal Misi Sebenarnya