“Bahkan Dedi Mulyadi dapat lebih fokus menelusuri motif dana diendapkan di bank, terutama yang disimpan dalam bentuk deposito,” kata Jamiluddin.
Atas dasar itu, Jamiluddin mengaku tidak heran jika muncul asumsi bahwa inspeksi mendadak (sidak) Dedi Mulyadi ke pabrik air kemasan merek Aqua di Subang, Jawa Barat adalah pengalihan isu.
“Kiranya Dedi Mulyadi perlu menuntaskan hal itu, agar tuduhan negatif terkait pengendapan anggaran daerah dapat diminimalkan. Hal itu dapat diwujudkan bukan dengan kata-kata, tapi bukti berdasarkan hasil investigasi,” pungkas Jamiluddin
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
PKS Tolak Kenaikan Harga BBM Subsidi 2026: Solusi Alternatif & Dampak ke APBN
Syahganda Nainggolan Sebut Hanya Soekarno dan Prabowo Presiden Ideologis, Ini Alasannya
Buni Yani Kritik KPK: Fokus ke Kasus Fadia Arafiq, Abaikan Dugaan ke Keluarga Jokowi?
Jokowi dan Langkah Politik Menuju 2029: Analisis Pakar Soal Pengaruh dan Dukungan ke PSI