“Bahkan Dedi Mulyadi dapat lebih fokus menelusuri motif dana diendapkan di bank, terutama yang disimpan dalam bentuk deposito,” kata Jamiluddin.
Atas dasar itu, Jamiluddin mengaku tidak heran jika muncul asumsi bahwa inspeksi mendadak (sidak) Dedi Mulyadi ke pabrik air kemasan merek Aqua di Subang, Jawa Barat adalah pengalihan isu.
“Kiranya Dedi Mulyadi perlu menuntaskan hal itu, agar tuduhan negatif terkait pengendapan anggaran daerah dapat diminimalkan. Hal itu dapat diwujudkan bukan dengan kata-kata, tapi bukti berdasarkan hasil investigasi,” pungkas Jamiluddin
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia