MULTAQOMEDIA.COM -Pengaruh mantan Presiden Joko Widodo alias Jokowi dalam perjalanan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, apabila terus menguat akan memperburuk sistem demokrasi Indonesia ke depannya.
Hal itu terekam dalam analisis data berbasis Artificial Intelligence Democracy and Election Empowerment Partnership (DEEP) Indonesia yang bekerjasama dengan lembaga konsultan Binokular Media Monitoring.
Direktur Eksekutif DEEP Indonesia, Neni Nur Hayati menjelaskan, dalam analisis kolaboratif itu diperoleh sentimen publik terhadap pemberitaan di media siber, cetak, elektronik serta percakapan di media sosial X, Facebook, Instagram, Youtube dan Tiktok.
Artikel Terkait
PKB Dukung Prabowo 2 Periode, Tapi Gibran Masih Jadi Tanda Tanya di Pilpres 2029
Jokowi Gabung PSI: Strategi Politik Hadapi Proses Hukum Kasus Ijazah?
Kepala KPP Madya Banjarmasin Mulyono Ditahan KPK, Warganet Sindir Jokowi: Mulyono Solo Kapan?
Juda Agung Dilantik Jadi Wamenkeu: Profil, Karier BI-IMF, dan Kekayaan Rp56 Miliar