Sebaliknya, JJ Rizal melontarkan kritik pedas terhadap figur menteri muda masa kini, khususnya Menteri Luar Negeri Sugiono. Menurut analisisnya, kemudaan Sugiono tidak diimbangi dengan kedalaman pemikiran dan kematangan sikap kenegarawanan yang memadai.
"Sekarang kita lihat menteri luar negeri yang muda, tampil necis dan rapi, tapi lebih seperti ‘barbie’. Penampilan ada, tapi tidak terlihat sebagai pribadi yang matang dan bernas," kritik sejarawan tersebut.
Substansi vs Penampilan dalam Kepemimpinan
JJ Rizal menegaskan bahwa jabatan strategis seperti menteri luar negeri menuntut kapasitas yang jauh melampaui sekadar citra atau penampilan. Rekam jejak intelektual, keberanian moral, serta pemahaman mendalam tentang sejarah dan geopolitik global adalah hal yang mutlak.
Perbandingan ini, menurutnya, penting untuk mengingatkan publik agar tidak terjebak pada glorifikasi usia muda dan tampilan luar semata. Penilaian harus kembali pada substansi dan kualitas kepemimpinan yang sesungguhnya.
"Masalahnya bukan muda atau tua, tapi matang atau tidak. Dan kematangan itu tidak bisa dibeli dengan jas necis," pungkas JJ Rizal menutup analisisnya.
Artikel Terkait
Rocky Gerung Dukung Chatib Basri Jadi Menteri Keuangan: MCB Yes, MBG No
Rocky Gerung Sebut Chatib Basri Solusi di Tengah Krisis Rupiah dan Isu Mundur Menkeu Purbaya
Prabowo Tindak Tegas Korupsi BGN: Bukti Komitmen Bersihkan Program Makan Bergizi Gratis
Sinyal 98 Jilid 2 Menguat, Noel Desak Prabowo Segera Rangkul PDIP dan Habib Rizieq