Sebaliknya, JJ Rizal melontarkan kritik pedas terhadap figur menteri muda masa kini, khususnya Menteri Luar Negeri Sugiono. Menurut analisisnya, kemudaan Sugiono tidak diimbangi dengan kedalaman pemikiran dan kematangan sikap kenegarawanan yang memadai.
"Sekarang kita lihat menteri luar negeri yang muda, tampil necis dan rapi, tapi lebih seperti ‘barbie’. Penampilan ada, tapi tidak terlihat sebagai pribadi yang matang dan bernas," kritik sejarawan tersebut.
Substansi vs Penampilan dalam Kepemimpinan
JJ Rizal menegaskan bahwa jabatan strategis seperti menteri luar negeri menuntut kapasitas yang jauh melampaui sekadar citra atau penampilan. Rekam jejak intelektual, keberanian moral, serta pemahaman mendalam tentang sejarah dan geopolitik global adalah hal yang mutlak.
Perbandingan ini, menurutnya, penting untuk mengingatkan publik agar tidak terjebak pada glorifikasi usia muda dan tampilan luar semata. Penilaian harus kembali pada substansi dan kualitas kepemimpinan yang sesungguhnya.
"Masalahnya bukan muda atau tua, tapi matang atau tidak. Dan kematangan itu tidak bisa dibeli dengan jas necis," pungkas JJ Rizal menutup analisisnya.
Artikel Terkait
Anies Baswedan Buka Suara: Tak Menyesal Bantu Jokowi, Tegaskan Keputusan Masa Lalu Sesuai Konteks
Larangan Demo di Bundaran HI Menuai Kritik Tajam: LBH Jakarta Tegaskan Polisi Jangan Ngarang Soal Objek Vital Nasional
Peta Kekuatan Pilpres 2029: Siapa King Maker di Balik Layar Perebutan Kursi Presiden?
Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp2 Miliar, Pakar Hukum dan Ade Armando Buka Fakta Riwayat Pendidikan di Singapura-Australia