Menurut penjelasannya, "Otak Politik Jokowi" merupakan kelanjutan dari penelitiannya di bidang neuro politika yang mengkaji perilaku Jokowi. Fokus penelitiannya terkait dengan persoalan ijazah, pendidikan, dan sinkronisasinya dengan berbagai kebijakan politik yang menuai kontroversi.
Dokter Tifa menyatakan bahwa buku ini mendapat perhatian serius dari kalangan intelektual. Rocky Gerung, yang disebutnya sebagai maestro filsafat politik, memberikan kata pengantar untuk buku tersebut.
Pentingnya Buku sebagai Catatan Sejarah
Dokter Tifa menambahkan bahwa buku "Otak Politik Jokowi" bersama dengan "Jokowi's White Paper" akan menjadi dokumen sejarah yang berharga bagi bangsa Indonesia.
Dia menutup pernyataannya dengan penegasan, "Jadi kata siapa dr Tifa quit dari perjuangan menegakkan kebenaran?", sekaligus menyiratkan komitmennya untuk terus menyuarakan isu-isu yang dianggap penting.
Artikel Terkait
IPW Kritik Keras Febrie Belum Ditahan, Desak Prabowo Copot Jaksa Agung ST Burhanuddin
Perubahan Posisi Duduk Gibran di Sidang Kabinet: Ini Penjelasan Mensesneg
Prabowo Syok Temukan Kerusakan Indonesia Stadium Akibat Salah Urus, Dana Rp Ribuan Triliun Raib
Sidang Etik 6 Pimpinan KPU RI: Pelanggaran Administrasi Dokumen Pencalonan Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019