Ongen memperingatkan bahwa pernyataan provokatif dari figur publik dapat berdampak besar dan memicu instabilitas, terutama dalam situasi politik yang sensitif.
"Kalau terus dibiarkan, ini bisa memicu instabilitas. Apalagi disampaikan oleh tokoh yang punya pengaruh," katanya.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa kondisi geopolitik global sedang tidak stabil, dengan menyinggung eskalasi konflik antara Iran dengan blok Amerika Serikat dan Israel. Dalam situasi seperti ini, Indonesia justru membutuhkan soliditas nasional, bukan perpecahan internal.
"Dunia sedang tidak baik-baik saja. Ada konflik besar yang bisa berdampak ke ekonomi global. Indonesia harus kuat, rakyat harus bersatu, bukan malah diajak menjatuhkan pemerintah," ujarnya.
Seruan untuk Gunakan Jalur Konstitusional di Pilpres 2029
Ongen memberikan pesan langsung kepada Saiful Mujani dan kelompok sejalannya. Ia menyarankan agar segala bentuk ketidakpuasan terhadap pemerintahan saat ini diarahkan ke jalur politik yang sah, yaitu melalui Pemilu 2029.
"Kalau tidak puas, silakan bertarung di Pilpres 2029. Itu jalur demokrasi yang benar. Bukan dengan narasi menjatuhkan pemerintahan," tegasnya.
Menurutnya, demokrasi Indonesia telah memberikan ruang yang luas untuk berkompetisi secara terbuka dan adil. Oleh karena itu, segala upaya di luar mekanisme konstitusional dinilai berpotensi merusak tatanan demokrasi itu sendiri.
Artikel Terkait
Isu Kerenggangan Prabowo dan Dasco: Dampak pada Pemerintahan 2026 dan Pintu Masuk Aktor Lama
Harga BBM Tidak Naik! Kebijakan Prabowo Subianto Diapresiasi Saat Minyak Dunia Melonjak
Istana Abaikan Seruan Saiful Mujani, Prabowo Fokus Kerja Strategis
Fahri Hamzah Tolak Seruan Makar Saiful Mujani: Kita Perlu Kompak