Menurut pengamatannya, bahasa tubuh dan sikap politik Bahlil menunjukkan bahwa ia hanya berupaya menyenangkan atasan. Rocky menilai Bahlil tidak memahami konsep keadilan sosial yang menjadi basis kebijakan ekonomi Prabowonomics.
"Bahasa tubuh Bahlil itu sudah menjelaskan dia cuma ingin menjilat, dia tidak paham tentang social justice. Kan basis dari Prabowonomics itu social justice. Bahlil nggak paham," tegas Rocky Gerung.
Kritik untuk Purbaya: Terlalu Teknis dan Monetaris
Selain Bahlil, Rocky Gerung juga mengkritik Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Ia menilai Purbaya keliru karena hanya melihat ilmu ekonomi dari sisi teknis dan matematis semata.
Rocky menjelaskan bahwa ekonomi adalah bagian dari ilmu sosial yang mencakup politik, psikologi, dan sosiologi. "Bagi dia ilmu ekonomi itu adalah matematika. Padahal ilmu ekonomi itu ilmu sosial, bahkan di awal itu political economy," jelasnya.
Rocky menambahkan bahwa Purbaya dinilai hanya fokus pada pendekatan moneter, seperti mengendalikan jumlah uang beredar untuk mendorong pertumbuhan. "Dia cuma mengerti bagaimana menghasilkan pertumbuhan dengan mengendalikan jumlah uang yang beredar. Itu namanya monetaris. Itu doang," ucap Rocky Gerung.
Kritik tajam Rocky Gerung ini menyoroti kesenjangan pemahaman antara visi Presiden Prabowo Subianto dengan pelaksana teknis di jajaran kabinetnya, terutama di bidang ekonomi dan energi.
Artikel Terkait
Kader PSI Minta JK Nasihati Said Didu & Roy Suryo Hentikan Polemik Ijazah Jokowi
Prabowo: Indonesia Siap Guncang Dunia 2027, Ini Pernyataan Lengkapnya
Kritik Misbakhun ke JK: Analisis Harga BBM Dinilai Tidak Akurat, Ini Faktanya
FKPPI DKI Jakarta Kritik Keras Saiful Mujani: Ajakan Gulingkan Prabowo Inkonstitusional