Dari dalam PDIP, nama-nama seperti Megawati Soekarnoputri, Hasto Kristiyanto, Pramono Anung, hingga mentor politik Jokowi di Solo, FX Hadi Rudyatmo (FX Rudy), disebut sebagai pilar utama kesuksesannya.
Guntur juga menyebut nama dari luar PDIP, seperti Anies Baswedan dan Tom Lembong, yang pernah menjadi menteri dan bagian dari tim sukses Jokowi di periode pertama (2014-2019).
"Dan tidak hanya ke orang-orang PDI Perjuangan, juga pada Pak Anies Baswedan, dan Pak Tom Lembong, yang semuanya pernah membantu Jokowi. Nama-nama yang saya sebut itu semua berkontribusi besar terhadap karier Jokowi. Tapi apa balasannya? Pengkhianatan dan menyakitkan," lanjut Guntur.
Detail Klaim Jusuf Kalla terhadap Jokowi
Dalam konferensi persnya, JK dengan lantang menegaskan peran sentralnya. "Siapa yang bawa Jokowi ke Jakarta? Saya yang bawa ke Jakarta dari Solo untuk jadi Gubernur. Saya bawa. Saya ke Ibu Mega, 'Ibu ini ada calon baik orang PDIP'. (Megawati menjawab) 'Ah jangan'. Saya datang lagi, akhirnya beliau setuju jadilah Gubernur," kata JK.
JK juga mengklaim bahwa Megawati awalnya enggan mengusung Jokowi sebagai capres pada 2014 jika bukan dirinya yang menjadi calon wakil presiden. "Ibu Mega kasih tahu saya, dia tidak mau teken kalau saya tidak wakilnya," ujar JK, menambahkan bahwa Megawati memintanya mendampingi Jokowi yang dinilai belum berpengalaman.
"Kasih tahu semua itu termul-termul itu, Jokowi jadi Presiden karena saya. Kan tanpa Gubernur mana bisa jadi Presiden?" tegas JK.
Bagi PDIP, pernyataan JK ini bukan sekadar klaim sejarah, melainkan cerminan dari kekecewaan mendalam para tokoh yang merasa telah mengorbitkan Jokowi, namun kemudian visi dan etika politik mereka diabaikan.
Artikel Terkait
Jokowi Balas JK Saya Orang Kampung: Analisis Lengkap Tanggapan dan Klaim Peran Politik
Analisis Lengkap: Penyebab Jusuf Kalla Kesal pada Gibran & Serangan Buzzer Termul
JK Emosional Bicara Kasus Ijazah Jokowi: Klarifikasi dan Dugaan Kartu Rahasia
Kenaikan Harga BBM Bahlil Lahadalia: Dampak, Protes, dan Rekam Jejak Kontroversial