Viral Pembubaran Nobar Film Pesta Babi, Dandim Ternate: Langkah Antisipatif Cegah Konflik SARA
Keputusan Kodim 1501/Ternate membubarkan acara nonton bareng (nobar) film berjudul Pesta Babi menjadi perbincangan hangat di media sosial. Meskipun menuai kritik dari berbagai pihak, Komandan Kodim (Dandim) 1501/Ternate, Kolonel Infanteri Jani Setiadi, menegaskan bahwa langkah tersebut diambil semata-mata untuk menjaga kondusivitas Kota Rempah.
Dalam keterangan resmi pada Sabtu (9/5), Kolonel Jani menjelaskan bahwa pihaknya telah mengutamakan dialog persuasif dan pendekatan humanis. Ia mengakui bahwa instansinya memang melarang kegiatan nobar dan dialog interaktif tersebut karena dinilai berpotensi memicu keresahan di tengah masyarakat Ternate.
“Kami ingin memastikan Ternate tetap aman dan nyaman bagi semua. Oleh karena itu, kami melakukan pendekatan humanis kepada penyelenggara. Kami mengimbau kegiatan ini tidak dilanjutkan demi mencegah isu SARA yang dapat merusak persaudaraan di Kota Rempah,” ujar Jani.
Perwira menengah TNI AD itu menambahkan, larangan nobar film Pesta Babi merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Ia tidak ingin gesekan sosial terjadi akibat isu sensitif yang bisa mengancam persatuan dan kerukunan warga Ternate.
Sebelum mengambil tindakan, Kodim 1501/Ternate telah berkoordinasi dengan Polres Ternate. Hasil pengecekan menunjukkan bahwa kegiatan yang melibatkan Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Ternate dan sejumlah organisasi mahasiswa itu belum memiliki izin resmi dari kepolisian setempat.
Selain masalah perizinan, aparat juga menyoroti materi dan tema kegiatan yang dinilai sensitif. Penggunaan judul film dan spanduk bertuliskan Pesta Babi dianggap berpotensi menimbulkan kesalahpahaman serta memicu reaksi negatif di masyarakat majemuk, terutama jika dikaitkan dengan isu SARA dan konflik sosial sebelumnya.
“TNI tidak melarang kegiatan diskusi selama dilaksanakan sesuai prosedur, memiliki izin, dan materi yang disampaikan tidak berpotensi menimbulkan konflik di masyarakat,” tegasnya.
Jani menegaskan bahwa pihaknya tetap menghormati kebebasan berpendapat dan ruang diskusi bagi masyarakat, jurnalis, maupun mahasiswa. Namun, keselamatan dan ketenangan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Aparat keamanan bersama unsur terkait di Ternate terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan penyelenggara untuk memastikan situasi tetap aman dan terkendali.
Artikel Terkait
IPW Kritik Keras Febrie Belum Ditahan, Desak Prabowo Copot Jaksa Agung ST Burhanuddin
Perubahan Posisi Duduk Gibran di Sidang Kabinet: Ini Penjelasan Mensesneg
Prabowo Syok Temukan Kerusakan Indonesia Stadium Akibat Salah Urus, Dana Rp Ribuan Triliun Raib
Sidang Etik 6 Pimpinan KPU RI: Pelanggaran Administrasi Dokumen Pencalonan Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019