Mantan Penasihat Spiritual Ungkap Rahasia Pertemuan Jokowi dan Prabowo: Hidangan Bebek dan Soto Bermuatan Filosofi Politik
Mantan penasihat spiritual Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), Sri Eko Sriyanto Galgendu atau yang akrab disapa Eko Lemu, mengungkap fakta mengejutkan di balik pertemuan strategis antara Jokowi dan Presiden Prabowo Subianto. Dalam podcast Madilog Forum Keadilan yang viral di media sosial sejak 20 Mei 2026, Eko Lemu mengklaim bahwa Jokowi sengaja menyajikan hidangan bebek dan soto kepada Prabowo dengan tujuan filosofis agar Prabowo "manut" atau patuh terhadap arahan.
Menurut Eko Lemu, hidangan tersebut bukanlah sekadar makanan biasa, melainkan memiliki makna filosofis yang mendalam dalam konteks politik Indonesia. Ia menceritakan perjalanan karier Jokowi dari calon wali kota Solo hingga menjadi presiden, termasuk dinamika hubungan politik dengan Prabowo. "Jokowi hidangkan bebek dan soto agar Prabowo manut," ujarnya blak-blakan dalam sesi wawancara yang kini menjadi perbincangan hangat.
Eko Lemu, yang pernah menjadi penasihat spiritual Jokowi, juga membahas ambisi politik Jokowi, termasuk isu tiga periode dan dinasti politik. Ia menyoroti bagaimana Jokowi menggunakan pendekatan filosofis dan simbolis dalam membangun aliansi politik, terutama menjelang Pemilu 2024 yang mempertemukan Prabowo dengan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden.
Podcast ini dipandu oleh jurnalis senior Margi Syarif dan mendapat perhatian besar di platform seperti YouTube, Instagram, dan TikTok akun Forum Keadilan TV. Video utama telah ditonton ratusan ribu kali dalam waktu singkat, memicu beragam komentar dari netizen. Sebagian melihatnya sebagai kisah inspiratif, sementara yang lain menganggapnya sebagai ungkapan politik yang kontroversial.
Artikel Terkait
Intimidasi Aktivis dan Pembubaran Diskusi: Bukti Kembalinya Pola Orde Baru di Era Reformasi
Menteri Pigai Bongkar Fakta: TNI-Polri di Jabatan Sipil Bukan Perintah Presiden, Ini Penyebabnya
Polri Warisan Masalah Jokowi ke Prabowo: Amien Rais Sebut Polisi Jadi Partai Cokelat
Penyebab Rupiah Melemah: Pengamat Ungkap Faktor Internal yang Lebih Dominan dari Geopolitik