MULTAQOMEDIA.COM - Rencana Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) untuk berkeliling Indonesia kembali menjadi sorotan publik. Peneliti media dan politik, Buni Yani, mendesak Jokowi membatalkan safari politik keliling Indonesia tersebut.
"Banyak rakyat yang menolak. Jokowi keliling Indonesia cuma bikin gaduh," ujar Buni Yani, Sabtu 30 Mei 2026.
Menurut Buni Yani, Jokowi seharusnya merasa malu karena keaslian ijazah Fakultas Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dimilikinya masih diragukan. "Masak terduga ijazah palsu tidak punya malu?" tambahnya.
Safari nasional ini diduga dilakukan Jokowi untuk memperkuat posisi putranya, Gibran Rakabuming Raka, menjelang Pemilu 2029, serta mendukung PSI yang dipimpin Kaesang Pangarep.
Sebelumnya, Jokowi buka suara terkait rencananya bepergian ke berbagai daerah. Ia mengaku siap memenuhi undangan masyarakat sekaligus bertemu kader PSI dan relawan. "Ini kan saya banyak undangan-undangan dari daerah-daerah untuk hadir dari masyarakat. Saya sudah sehat dan saya akan datangi undangan-undangan yang ada, dan itu juga untuk memberikan motivasi dan juga ketemu dengan PSI di daerah," kata Jokowi di kediamannya di Jalan Kutai Utara, Sumber, Solo, Senin 25 Mei 2026.
Artikel Terkait
IPW Kritik Keras Febrie Belum Ditahan, Desak Prabowo Copot Jaksa Agung ST Burhanuddin
Perubahan Posisi Duduk Gibran di Sidang Kabinet: Ini Penjelasan Mensesneg
Prabowo Syok Temukan Kerusakan Indonesia Stadium Akibat Salah Urus, Dana Rp Ribuan Triliun Raib
Sidang Etik 6 Pimpinan KPU RI: Pelanggaran Administrasi Dokumen Pencalonan Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019