MULTAQOMEDIA.COM - Rencana Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, untuk berkeliling Indonesia memicu beragam spekulasi politik. Salah satu isu yang mencuat adalah dugaan kerenggangan hubungan politik antara Jokowi dengan Presiden Prabowo Subianto.
Namun, analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai spekulasi tersebut belum tentu akurat. Menurutnya, safari politik Jokowi justru dapat menjadi strategi untuk mendukung keberlanjutan pemerintahan Prabowo sekaligus memperkuat posisi politik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
"Muncul pertanyaan, apakah ini tandanya Pak Prabowo dan Pak Jokowi sudah terpisah, beda ranjang? Belum tentu juga," kata Hendri Satrio melalui kanal YouTube miliknya, Minggu, 31 Mei 2026.
Pria yang akrab disapa Hensa itu menjelaskan, salah satu kemungkinan agenda Jokowi dalam lawatan keliling Indonesia adalah membantu mengomunikasikan dan mempromosikan program-program unggulan pemerintahan Prabowo kepada masyarakat.
Menurutnya, Jokowi dapat menyampaikan pentingnya program Makan Bergizi Gratis (MBG), pengembangan Koperasi Desa Merah Putih, hingga manfaat Sekolah Rakyat yang menjadi bagian dari agenda pemerintahan saat ini.
Artikel Terkait
IPW Kritik Keras Febrie Belum Ditahan, Desak Prabowo Copot Jaksa Agung ST Burhanuddin
Perubahan Posisi Duduk Gibran di Sidang Kabinet: Ini Penjelasan Mensesneg
Prabowo Syok Temukan Kerusakan Indonesia Stadium Akibat Salah Urus, Dana Rp Ribuan Triliun Raib
Sidang Etik 6 Pimpinan KPU RI: Pelanggaran Administrasi Dokumen Pencalonan Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019