Setelah itu, ia tidur hingga bangun sekitar jam 04.30 WIB untuk menjalankan ibadah salat Subuh. Usai salat, Roy mengaku ingin tidur kembali, namun pada pukul 07.00, dirinya dikagetkan dengan bunyi bel berkali-kali. Lantas ia mengetahui bahwa tamu tersebut adalah polisi dengan jumlah yang sangat banyak. Roy berpikir kedatangan polisi akan memberikan undangan. Namun ternyata, polisi langsung masuk menuju kamar tidurnya.
"Baru saya bilang mau ngecek itu, tiba-tiba 'geruduk-geruduk' (suara sepatu polisi) udah pada naik. Naik tanpa dipersilakan. Sekitar 7 orang, nah dan mereka memakai penutup, pakai masker," jelasnya.
Mantan Menpora itu lantas disuruh ikut ke kantor polisi tanpa diberi kesempatan untuk mengganti baju. Roy kemudian hendak menunggu lawyer terkait upaya penjemputan paksa tersebut, tetapi polisi tidak mau menunggu.
"Jadi sama sekali tidak mau menunggu lawyer, kemudian saya langsung dibawa begitu saja, bahkan ada ancaman. 'Udah borgol-borgol'," ucap Roy menirukan suara polisi.
"Saya ceritakan juga dengan teman-teman yang lain (soal penangkapan itu) termasuk salah seorang penasihat kami, yaitu awalnya adalah saksi ahli, mantan petinggi Polri, yang kemudian juga mengatakan, 'oh kayak film G30S/PKI, mas'. Nah akhirnya kalimat itu yang sekarang viral," pungkasnya.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Polemik Ijazah Jokowi: Pengamat Hukum Desak Transparansi demi Integritas Kepemimpinan Nasional
Penanganan Profesional Kasus Pencemaran Nama Baik Ijazah Jokowi: Pengamat Ingatkan Dampak Politik Luas
Prabowo Soroti Peran TNI-Polri di Sektor Pertanian: Hanya di Indonesia Polisi Urus Sawah
PDIP Desak Gibran Klarifikasi Terbuka soal Dugaan Aliran Dana ke Mahasiswa UBK