Hari menganalisis bahwa dengan posisi baru Jokowi sebagai Dewan Pembina PSI, manuver ini merupakan bentuk komunikasi politik tingkat tinggi terkait persaingan dengan partai besutan Megawati Soekarnoputri. Secara gamblang, Hari membandingkan ritual tersebut layaknya pertarungan antara kekuatan baru melawan petahana.
"Dengan Jokowi sebagai pembina PSI, ini bisa menjadi bahasa politik bahwa PSI mampu bersaing dengan PDIP. Ibaratnya, Gajah mampu menginjak Banteng. Jokowi ingin menunjukkan bahwa PSI siap mengatasi dan bersaing dengan PDIP," jelas Hari blak-blakan.
Meskipun membaca adanya sinyal konfrontasi, Hari juga melihat sisi psikologis lain di balik pilihan simbol tersebut. Ada kemungkinan masih tersisa romantisme masa lalu antara mantan Wali Kota Solo itu dengan partai yang membesarkan namanya hingga menjadi presiden dua periode.
"Dengan kata lain, Jokowi mungkin masih sayang dengan PDIP, sehingga simbolnya masih digunakan dalam ritualnya," pungkas Hari.
Artikel Terkait
Jokowi Batal Hadiri Kirab Budaya di Lampung Timur karena Penolakan Panitia, Begini Kronologi Lengkapnya
Jokowi Blusukan ke Lampung Pakai Atribut PSI, PDIP Sebut Ini Kampanye Politik 2029
Jokowi Injak Kepala Kerbau: Makna Ritual Adat Lampung yang Viral
Jokowi Terima Gelar Baginda Pemuka Bangsa, Netizen Justru Ramai Sindir Korupsi