Panitia sempat berencana memindahkan acara ke Kafe Musea di Jalan Cik Ditiro, namun karena sebagian besar tamu sudah hadir di UC, acara akhirnya tetap digelar di coffee shop UC UGM.
Sekitar pukul 14.00 WIB, acara yang semula berupa makan siang kemudian diubah menjadi soft launching. Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Gadjah Mada, panitia menyebut tiba-tiba lampu dan pendingin ruangan dimatikan oleh pihak UC, meski aliran listrik di area lain tetap menyala.
Kendati demikian, acara tetap berlangsung hingga pukul 16.00 WIB. Sejumlah tokoh hadir, di antaranya Jenderal (Purn) Tyasno Sudarto, Said Didu, Refly Harun, Agus FDI, dan Taufik, bersama para akademisi UGM serta audiens lain. Media mainstream dan jurnalis independen juga meliput jalannya kegiatan tersebut.
Panitia menegaskan acara grand launching buku Jokowi’s White Paper akan dilaksanakan pada 27 Agustus 2025 di Jakarta.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
PKS Tolak Kenaikan Harga BBM Subsidi 2026: Solusi Alternatif & Dampak ke APBN
Syahganda Nainggolan Sebut Hanya Soekarno dan Prabowo Presiden Ideologis, Ini Alasannya
Buni Yani Kritik KPK: Fokus ke Kasus Fadia Arafiq, Abaikan Dugaan ke Keluarga Jokowi?
Jokowi dan Langkah Politik Menuju 2029: Analisis Pakar Soal Pengaruh dan Dukungan ke PSI