Mundur Massal Pimpinan OJK dan BEI: Tanda Tekanan Berat di Pasar Modal?
Pengunduran diri secara bersamaan empat pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, menimbulkan pertanyaan besar mengenai kondisi dan tekanan di pasar modal Indonesia.
Kecurigaan Terkait Masalah Free Float
Ekonom Universitas Brawijaya, Noval Adib, menilai peristiwa ini bukan hal biasa. Mundurnya para petinggi tersebut diduga kuat berkaitan dengan persoalan struktural yang berat, khususnya isu free float yang harus diselesaikan menjelang tenggat waktu di Mei mendatang.
"Saya curiga para petinggi yang mundur itu karena sadar mereka tidak akan mampu menyelesaikan masalah free float ini sampai tenggat Mei nanti. Mereka memahami medan dan tekanan yang ada," ujar Noval.
Pengunduran Diri Figur Profesional
Noval menekankan bahwa para pejabat yang mengundurkan diri adalah individu yang profesional dan telah lama berkecimpung di sektor keuangan. Keputusan mereka untuk angkat kaki mengindikasikan besarnya tantangan yang dihadapi.
"Mereka yang mundur itu orang profesional. Tapi, kok, mundur juga?" imbuhnya.
Artikel Terkait
Pajak Rumah Sewa 2027: Pemerintah Incar Pemilik Rumah Kedua dan Juragan Kontrakan
Pemerintah Lunasi Utang Kopdes Merah Putih Rp240 Triliun Pakai APBN, Dicicil 6 Tahun
Harga BBM Non-Subsidi Pertamina Turun per 1 Agustus 2026: Daftar Lengkap Pertamax, Turbo, dan Dexlite di Seluruh Wilayah Indonesia
PDIP Kritik APBN 2025: Utang Rp9.658 Triliun dan Defisit Membengkak Rp54 Triliun