Dianita disebut telah tinggal di klaster perumahan umum tersebut selama dua hingga tiga tahun terakhir, bersama dua orang anaknya. Suaminya dikabarkan telah meninggal dunia karena sakit. Dalam kesehariannya, ia tampil sederhana dan jarang mengenakan seragam dinas.
Kronologi Penjemputan dan Kondisi Rumah
Peristiwa penjemputan terjadi pada Rabu malam. Petugas keamanan menyaksikan enam mobil datang ke lokasi. Karena yang datang adalah sesama anggota polisi, petugas keamanan tidak banyak bertanya.
Sejak dibawa rombongan polisi, Aipda Dianita belum kembali ke rumah. Kedua anaknya telah dijemput oleh keluarga dari pihak orang tua, sehingga rumah tersebut kini dalam keadaan kosong.
Pesan Terakhir Aipda Dianita kepada Petugas Keamanan
Udi, salah seorang petugas keamanan yang mengenal baik Dianita, mengungkapkan kesan positif tentang polwan tersebut. Ia juga mengingat pesan terakhir Dianita sebelum dibawa pergi.
"Mau berangkat dia sempat bilang, 'Pak tolong matiin sanyo ya'," ujar Udi menirukan ucapan Dianita yang disampaikan dari dalam mobil di dekat gerbang masuk perumahan.
Udi menegaskan bahwa sosok Aipda Dianita dikenal baik dan tidak pernah bermasalah dengan warga sekitar.
Eka Media selaku Ketua RT berharap proses hukum berjalan sesuai ketentuan dan kebenaran dapat terungkap tuntas. "Kalau secara keseharian ya normal-normal saja. Baik-baik saja. Selebihnya kita serahkan ke proses yang berjalan," tutupnya.
Artikel Terkait
Staf PBNU Mangkir Panggilan KPK Kasus Korupsi Kuota Haji Era Yaqut: Ini Kata Juru Bicara
Motif Balas Dendam di Balik Pembunuhan Nus Kei di Bandara Langgur Terungkap
KPK Ungkap Modus Baru: Uang Korupsi Dikucurkan ke Sugar Baby, Ini Risiko Hukumnya
Feri Amsari Dilaporkan ke Polda Metro Jaya: Kronologi Lengkap Kasus Kritik Swasembada Pangan