MULTAQOMEDIA.COM - Hamas, Jumat (3/10/2025) malam waktu setempat, menerima proposal gencatan senjata yang diusulkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Sebelumnya kelompok perlawanan yang berkuasa di Jalur Gaza itu mengumumkan bersedia membebaskan seluruh sandera Israel yang tersisa.
Pejabat senior Hamas Mousa Abu Marzouk mengatakan kelompoknya secara prinspi telah menyetujui proposal Trump tentang gencatan senjata di Jalur Gaza. Hamas mendukung garis besar, namun penerapannya masih membutuhkan negosiasi.
Dalam wawancara dengan Al Jazeera, Abu Marzouk menekankan Hamas pada masa mendatang akan menyerahkan senjata kepada pemerintah Palestina.
Dia menegaskan nasib rakyat Palestina merupakan urusan nasional yang tidak bisa diputuskan sendiri oleh Hamas.
Artikel Terkait
Perang Turki vs Israel: Analisis Kekuatan Militer Terbaru & Dampak Strategis Pakta Makkah
Embargo Dagang UEA ke Iran: Konflik Timur Tengah Memanas, Dampaknya bagi Ekonomi Global
Menteri Israel Ben Gvir Serukan Gaza Dikosongkan Permanen dan Minta Militer Bunuh 30-40 Warga Setiap Malam
Warga Gaza Rayakan HUT ke-81 RI dengan Lukisan Merah Putih di Tengah Reruntuhan