Langkah Trump itu membuat Netanyahu kehilangan kendali atas arah diplomasi dan narasi perang. Sumber pejabat Israel mengatakan, Netanyahu ingin menunda tanggapan resmi agar bisa terlebih dulu membahas langkah lanjutan dengan kabinet dan pejabat keamanan.
Namun situasi politik dalam negeri membuat posisi Netanyahu semakin sulit. Beberapa partai sayap kanan di koalisinya, yang selama ini mendukung operasi militer penuh di Gaza, menolak kemungkinan penghentian perang. Jika mereka menarik diri dari pemerintahan, koalisi Netanyahu bisa runtuh dan membuka jalan bagi oposisi membentuk pemerintahan baru.
Sementara itu, para pemimpin oposisi Israel mulai mendorong opsi pembentukan pemerintahan persatuan nasional sebagai langkah darurat untuk mengakhiri konflik.
Situasi ini menempatkan Netanyahu dalam posisi paling genting sepanjang karier politiknya, antara menuruti tekanan sekutu utama Amerika Serikat atau mempertahankan dukungan dari blok kanan yang menjadi fondasi kekuasaannya
Sumber: inews
Artikel Terkait
Perang Dunia 3? Klaim Dewan Perang Eropa & Bantahan Uni Eropa Dikupas Tuntas
Jerman Bangkitkan Militer Terkuat di Eropa 2026: Anggaran Rp1.950 Triliun & Wajib Militer Baru
Kecelakaan Kereta Cepat Spanyol di Adamuz: 21 Tewas, Penyebab Diduga Anjlok
Lonjakan PTSD & Bunuh Diri di Militer Israel: Dampak Psikologis Perang Gaza 2024-2025