Dalam pernyataannya yang dikutip dari Sputnik, Lopez menegaskan bahwa pasukan AS membunuh banyak anggota pengawal kepresidenan saat menculik Presiden Nicolas Maduro dan Ibu Negara Cilia Flores. Bahkan, sejumlah staf kepresidenan yang berstatus warga sipil juga menjadi target dalam operasi tersebut.
“Angkatan bersenjata nasional Bolivarian dengan tegas menolak penculikan pengecut terhadap warga Nicolas Maduro Moros, presiden konstitusional Republik Bolivarian Venezuela dan Panglima Tertinggi kami, serta istrinya, Ibu Negara Cilia Flores de Maduro,” tegas Lopez.
Dia menambahkan, aksi penculikan itu dilakukan setelah pasukan AS terlebih dulu melumpuhkan sistem keamanan di sekitar presiden dengan cara yang brutal. “Kejahatan itu dilakukan pada hari Sabtu, 3 Januari, setelah sebagian besar tim keamanannya, personel militer, serta warga sipil yang tidak bersalah dibunuh dengan kejam,” pungkas Menhan Venezuela.
Artikel Terkait
Gencatan Senjata Runtuh, Presiden Iran Deklarasikan Perang Total Lawan AS – Harga Minyak Meroket
AS Minta Warga di Seluruh Dunia Tingkatkan Kewaspadaan Akibat Ketegangan dengan Iran
Rudal Iran Hantam Pangkalan AS di Yordania, 50.000 Tentara Amerika Tak Berdaya
Trump Dihujat Penonton Saat Serahkan Trofi Piala Dunia 2026, Momen Kontroversial di Final Spanyol vs Argentina