Kesaksian Pilu Prajurit Venezuela: "Saya Terpental Akibat Ledakan Bom AS"
Multaqomedia.com - Suasana mencekam melanda Venezuela menyusul serangan militer Amerika Serikat yang terjadi pada Sabtu (3/1/2026) dini hari. Dentuman ledakan dan rentetan tembakan memecah keheningan, menempatkan prajurit Venezuela dalam situasi paling menegangkan dalam karier militer mereka.
Kesaksian langsung datang dari Ricardo Salazar, seorang prajurit Angkatan Bersenjata Nasional Bolivarian Venezuela. Ia mengungkapkan detik-detik panik dan kebingungan saat serangan udara mendadak terjadi.
Ledakan Dahsyat dan Siulan Maut di Udara
Ricardo menuturkan, suara ledakan bersahutan disertai siulan keras di udara membuatnya sulit mengidentifikasi arah serangan. "Saya mendengar ledakan, saya mendengar siulan. Semuanya seperti siulan. Untuk sesaat saya tidak mendengar helikopter," ujarnya dalam kesaksian pada Minggu (4/1/2026).
Namun, ketidakpastian itu berubah menjadi tragedi dalam hitungan detik. Sebuah benda jatuh dan meledak tak jauh dari posisinya. "Sesaat kemudian, sesuatu jatuh di dekat saya, sebuah bom, saya tidak tahu. Lalu saya dan seorang prajurit terpental akibat ledakan," kenang Ricardo. Ledakan tersebut begitu kuat hingga melemparkan mereka ke tanah.
Artikel Terkait
AS Minta Warga di Seluruh Dunia Tingkatkan Kewaspadaan Akibat Ketegangan dengan Iran
Rudal Iran Hantam Pangkalan AS di Yordania, 50.000 Tentara Amerika Tak Berdaya
Trump Dihujat Penonton Saat Serahkan Trofi Piala Dunia 2026, Momen Kontroversial di Final Spanyol vs Argentina
2 Tentara AS Tewas, Iran Serang Rudal Balistik ke Pangkalan Militer Yordania