Peringatan Keras untuk Amerika Serikat
Arab Saudi, Oman, dan Qatar telah menyatakan dengan tegas kepada AS bahwa upaya menggulingkan pemerintahan Iran hanya akan menyebabkan guncangan ekstrem pada pasar minyak dunia. Kondisi ini justru akan menjadi bumerang bagi perekonomian AS sendiri, memicu lonjakan harga komoditas dan inflasi global.
Posisi Netral Arab Saudi dan Larangan Penggunaan Wilayah Udara
Arab Saudi juga mempertegas posisi diplomatiknya kepada Teheran, bahwa Riyadh akan bersikap netral jika konflik pecah. Secara resmi, Arab Saudi tidak akan mengizinkan militer AS menggunakan wilayah udaranya sebagai jalur serangan ke Iran.
Peringatan Soal Perubahan Rezim di Iran
Blok negara Teluk juga melayangkan peringatan keras kepada Washington agar tidak memaksakan agenda penggulingan kekuasaan atau perubahan rezim di Teheran. Strategi semacam itu dinilai sangat berisiko, dapat merusak stabilitas kawasan secara permanen, dan memicu perang berkepanjangan yang sulit dikendalikan.
Artikel Terkait
Perang Turki vs Israel: Analisis Kekuatan Militer Terbaru & Dampak Strategis Pakta Makkah
Embargo Dagang UEA ke Iran: Konflik Timur Tengah Memanas, Dampaknya bagi Ekonomi Global
Menteri Israel Ben Gvir Serukan Gaza Dikosongkan Permanen dan Minta Militer Bunuh 30-40 Warga Setiap Malam
Warga Gaza Rayakan HUT ke-81 RI dengan Lukisan Merah Putih di Tengah Reruntuhan