Uni Emirat Arab (UEA) secara tegas menolak keterlibatan dalam aksi militer terhadap Iran. Pemerintah UEA menegaskan komitmennya untuk tidak mengizinkan penggunaan wilayah udara, darat, atau perairannya untuk serangan bermusuhan ke Tehran.
Kementerian Luar Negeri UEA menyatakan mereka tidak akan memberikan dukungan logistik apa pun dan menekankan bahwa dialog diplomatik serta de-eskalasi adalah jalan terbaik untuk menyelesaikan krisis.
Armada Amerika Serikat Bergerak ke Timur Tengah
Presiden Donald Trump mengonfirmasi pergerakan armada AS menuju Timur Tengah. Pemerintah AS menyatakan semua opsi, termasuk tindakan militer, masih terbuka dalam menangani Iran.
Menanggapi ancaman ini, pejabat Iran telah memperingatkan bahwa serangan AS akan dibalas dengan respons yang cepat dan komprehensif. Ketegangan antara Washington dan Tehran meningkat signifikan dalam beberapa pekan terakhir.
Artikel Terkait
Perundingan Damai AS-Iran Gagal Total: Isu Nuklir Jadi Penghalang Utama
Klaim AS vs Bantahan Iran Soal Ranjau Selat Hormuz: Analisis Dampak & Fakta Terkini
Pertemuan Bersejarah JD Vance dengan Iran di Islamabad: Kontak Tertinggi AS-Iran Sejak 1979
Iran Siap Perang Panjang 6 Bulan Hadapi AS & Israel: Produksi Rudal & Drone Meningkat