Percakapan Rahasia Epstein dan Rothschild: Peluang Bisnis dari Konflik Ukraina Terungkap

- Jumat, 06 Februari 2026 | 04:50 WIB
Percakapan Rahasia Epstein dan Rothschild: Peluang Bisnis dari Konflik Ukraina Terungkap

Lapisan paling gelap dari kasus Epstein adalah dugaan koneksinya dengan dunia intelijen. Mantan Jaksa AS Alexander Acosta, yang menangani kesepakatan hukum ringan Epstein pada 2008, dikabarkan menyatakan bahwa Epstein "berasal dari latar belakang intelijen".

Beberapa fakta yang menguatkan dugaan ini antara lain:


  • Pertemuan Epstein dengan William Burns (kelak menjadi Direktur CIA) pada 2014.

  • Keterkaitan dengan skandal Bank of Credit and Commerce International (BCCI) untuk money laundering di era 1980-1990an.

  • Hubungan dekat dengan mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak dan ayah Ghislaine Maxwell, Robert Maxwell, yang diduga kuat terkait dengan Mossad.

Pola Oportunisme di Tengah Konflik Global

Respons Epstein terhadap krisis Ukraina 2014 mencerminkan karakternya sebagai seorang oportunis. Sementara dunia melihat gejolak politik dan kemanusiaan, Epstein justru melihat "peluang bisnis". Pola pikir ini selaras dengan modus operandinya dalam mengeksploitasi korban dari kalangan rentan untuk keuntungan pribadi dan jaringan elitnya.

Kematian Epstein di sel penjara pada 2019 menghentikan proses hukum, tetapi tidak menghentikan investigasi publik. Rilis dokumen-dokumen ini terus menyibak bagaimana kekuasaan, uang, dan jaringan gelap dapat berpotensi melindungi kejahatan yang paling keji.

Kesimpulan

Percakapan rahasia antara Jeffrey Epstein dan Ariane de Rothschild bukan sekadar obrolan bisnis biasa. Ini adalah bukti nyata bagaimana seorang terpidana kasus perdagangan seks anak mampu bergerak di lingkaran elit global dan melihat krisis internasional sebagai komoditas. Kisah ini tetap menjadi pengingat kelam tentang penyalahgunaan kekuasaan dan pentingnya transparansi serta akuntabilitas, terutama bagi mereka yang berada di puncak.


Halaman:

Komentar