Para pakar hukum dan pengamat politik menegaskan bahwa tidak ada bukti medis atau catatan kenegaraan yang mendukung klaim tersebut. Narasi "penggantian figur kepemimpinan" telah lama dikategorikan sebagai disinformasi yang tidak memiliki dasar fakta.
Modus Penyebaran Disinformasi
Penyebaran informasi palsu seperti ini sering memanfaatkan momen rilis dokumen besar-besaran untuk menciptakan kesan kredibilitas. Pelaku disinformasi berharap dokumen resmi akan membuat klaim mereka terlihat memiliki dasar hukum, meskipun isinya hanyalah laporan tak terbukti.
Kesimpulan
Dokumen Epstein yang kini menjadi catatan publik adalah bentuk transparansi pemerintah dalam proses investigasi panjang. Keberadaan klaim tentang Joe Biden di dalamnya hanya mencerminkan berbagai laporan yang diterima FBI, bukan sebagai pengakuan atau pembenaran atas kebenarannya. Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi informasi dan merujuk pada sumber resmi untuk menghindari teori konspirasi.
Artikel Terkait
Dokumen Epstein & Klaim Lavrov: Satanisme di Kalangan Elite Barat Terbongkar?
Surat Kematian Jeffrey Epstein Terbit 9 Agustus: Bukti Konspirasi atau Kesalahan Administrasi?
Fakta Klaim Kemiripan Wajah Jeffrey Epstein dan Andrew Jackson di Uang $20
Iran Tolak Hentikan Pengayaan Uranium: Perundingan Nuklir dengan AS Alami Kebuntuan