Operasi Militer AS vs Iran: Skenario, Target, dan Ancaman Balasan yang Mencemaskan

- Minggu, 15 Februari 2026 | 11:50 WIB
Operasi Militer AS vs Iran: Skenario, Target, dan Ancaman Balasan yang Mencemaskan

Sebelumnya, Donald Trump berulang kali mengancam akan menyerang Iran terkait program nuklir, rudal balistik, dan kebijakan domestiknya. Ia menegaskan bahwa jika diplomasi gagal, alternatifnya akan "sangat traumatis." Sejalan dengan pernyataan itu, AS telah mengumpulkan kekuatan militer signifikan di kawasan, termasuk pengiriman kapal induk tambahan, ribuan personel, pesawat tempur, kapal perusak berpeluru kendali, dan aset tempur lainnya.

Trump bahkan secara terbuka menyebut kemungkinan perubahan pemerintahan di Iran. "Selama 47 tahun mereka hanya bicara dan bicara," ujarnya.

Semua Opsi Masih Terbuka Menurut Gedung Putih

Juru Bicara Gedung Putih pada masa itu, Anna Kelly, menegaskan bahwa semua opsi masih terbuka, termasuk penggunaan kekuatan militer dan operasi berkepanjangan. "Presiden Trump memiliki semua opsi di atas meja terkait Iran. Keputusan akhir akan diambil berdasarkan kepentingan terbaik bagi keamanan nasional AS," kata Kelly.

Peringatan Keras dari Iranian Revolutionary Guard

Di sisi lain, Iranian Revolutionary Guard telah memberikan peringatan keras. Mereka menyatakan kesiapan untuk membalas serangan terhadap wilayahnya dengan menyerang seluruh pangkalan militer AS di Timur Tengah. Ancaman ini menunjukkan potensi konflik yang dapat dengan cepat meluas di kawasan yang sudah rentan.

Eskalasi ini terjadi dalam konteks di mana AS sebelumnya juga pernah mengerahkan dua kapal induk ke kawasan, yang direspons Iran dengan serangan balasan terbatas ke pangkalan AS di Qatar.


Halaman:

Komentar