Influencer Kuliner Tewas Tragis Usai Santap ‘Kepiting Setan’ demi Konten
Seorang influencer kuliner, Emma Amit (51), dilaporkan meninggal dunia setelah berani mengonsumsi krustasea beracun yang dikenal sebagai "kepiting setan" (devil crab) untuk konten media sosialnya. Insiden memilukan ini terjadi di Puerto Princesa, Palawan.
Kronologi Insiden Keracunan Kepiting Setan
Pada 4 Februari, Emma Amit bersama teman-temannya memanen hasil laut di hutan bakau dekat rumahnya. Dalam video yang diunggah, terlihat ia memasak dan menyantap siput laut serta makhluk laut lain dengan santan, termasuk kepiting setan, dalam hidangan seafood bouillabaisse.
Keesokan harinya, kondisi Emma mendadak drop. Ia mengalami gejala keracunan parah dan kejang-kejang saat dibawa ke klinik. Bibirnya dilaporkan membiru sebelum akhirnya tak sadarkan diri. Meski telah mendapat perawatan intensif, nyawanya tidak tertolong. Emma menghembuskan napas terakhir pada 6 Februari, hanya dua hari setelah menyantap hidangan mematikan tersebut.
Penyelidikan dan Temuan Cangkang Beracun
Laddy Gemang, kepala desa Luzviminda, mengutus petugas untuk menyelidiki. Di tempat kejadian, mereka menemukan cangkang kepiting setan berwarna cerah di tempat sampah. Penemuan ini mengonfirmasi sumber racun yang menyebabkan kematiannya.
Apa Itu Kepiting Setan dan Mengapa Mematikan?
Kepiting setan adalah penghuni terumbu karang di wilayah Indo-Pasifik yang mengandung neurotoksin mematikan. Racunnya merupakan campuran saxitoxin dan tetrodotoxin, racun yang sama mematikannya dengan yang ditemukan pada ikan buntal (fugu). Menurut data Smithsonian, racun ini dapat membunuh manusia hanya dalam hitungan jam setelah dikonsumsi. Lembaga itu secara tegas memperingatkan masyarakat untuk menghindari konsumsi hewan ini.
Artikel Terkait
Mike Tyson Jadi Duta Makanan Sehat AS, Kampanye Lawan Makanan Ultra-Olahan
Fakta Dokumen Epstein: Klaim Joe Biden Meninggal 2019 Terbantahkan
Dokumen Epstein & Klaim Lavrov: Satanisme di Kalangan Elite Barat Terbongkar?
Surat Kematian Jeffrey Epstein Terbit 9 Agustus: Bukti Konspirasi atau Kesalahan Administrasi?