Kebingungan dan Peringatan dari Pejabat Setempat
Kepala desa Gemang mengaku heran dengan insiden ini, mengingat Emma dan suaminya adalah nelayan berpengalaman yang seharusnya paham bahaya biota laut beracun.
"Mereka tinggal di pinggir laut, jadi saya tahu mereka paham bahwa kepiting setan ini berbahaya untuk dimakan. Jadi mengapa dia memakannya? Itulah yang membuat saya bingung," ujarnya.
Gemang pun mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh warga: "Kepada warga Puerto Princesa, saya mendesak kalian untuk lebih waspada. Jangan makan kepiting setan yang berbahaya ini karena mereka telah merenggut dua nyawa di kota kita. Jangan berjudi dengan nyawa kalian."
Duka dan Pemantauan Kondisi Teman Korban
Pejabat setempat juga memantau kondisi teman-teman Emma yang ikut menyantap hidangan tersebut untuk mengantisipasi gejala keracunan. Tragedi ini menyisakan duka mendalam bagi komunitas.
Beverly Villanueva, sahabat Emma, menyatakan kepergiannya sangat mengejutkan dan mendadak. "Aku akan selalu merindukanmu. Aku tahu kamu belum ingin pergi karena masih banyak rencana dalam hidup, tapi mengapa? Itu adalah pertanyaan yang tidak akan pernah terjawab," tulisnya dalam ungkapan duka.
Kisah tragis Emma Amit menjadi pengingat kelam tentang bahaya mengonsumsi hewan laut yang tidak dikenal dan pentingnya kehati-hatian dalam bereksplorasi kuliner, terutama untuk konten media sosial.
Artikel Terkait
Mike Tyson Jadi Duta Makanan Sehat AS, Kampanye Lawan Makanan Ultra-Olahan
Fakta Dokumen Epstein: Klaim Joe Biden Meninggal 2019 Terbantahkan
Dokumen Epstein & Klaim Lavrov: Satanisme di Kalangan Elite Barat Terbongkar?
Surat Kematian Jeffrey Epstein Terbit 9 Agustus: Bukti Konspirasi atau Kesalahan Administrasi?