Insiden Bnei Brak: Dua Tentara Wanita Israel Dikejar Massa Haredi, Ini Kronologinya

- Minggu, 15 Februari 2026 | 14:50 WIB
Insiden Bnei Brak: Dua Tentara Wanita Israel Dikejar Massa Haredi, Ini Kronologinya

Insiden ini memantik reaksi keras dari berbagai kalangan di Israel. Para politisi oposisi menyebut kejadian ini sebagai "aib nasional".


  • Yair Lapid, Pemimpin Oposisi, menuntut penangkapan segera terhadap pelaku. "Siapa pun yang terlibat dalam serangan terhadap tentara kita harus berada di penjara hari ini," tegasnya.

  • Yair Golan dari Partai Demokrat menyalahkan kepemimpinan Haredi dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu atas hasutan yang terjadi.

  • Gadi Eisenkot dari partai Yashar! mengingatkan jasa IDF yang membantu warga Bnei Brak selama pandemi COVID-19, yang kini dibalas dengan penyerangan.

Pimpinan militer Israel juga tak tinggal diam. Letnan Jenderal Eyal Zamir, Kepala Staf IDF, mengutuk keras serangan ini. Dalam pernyataannya, IDF menegaskan bahwa membahayakan tentara yang sedang bertugas adalah pelanggaran serius dan para penyerang harus dihadapkan ke pengadilan.

Akar Masalah: Penolakan Wajib Militer oleh Komunitas Haredi

Insiden ini tidak lepas dari ketegangan lama antara negara Israel dan komunitas Haredi mengenai wajib militer. Komunitas Haredi secara tradisional menolak untuk mendaftar dalam wajib militer yang diwajibkan oleh pemerintah. Penolakan ini bahkan telah dituangkan dalam perdebatan undang-undang yang alot. Kehadiran seragam tentara, terutama tentara wanita, di lingkungan ultra-Ortodoks kerap memicu ketidaknyamanan dan bahkan permusuhan dari sebagian kalangan.

Insiden di Bnei Brak ini memperlihatkan betapa dalamnya jurang antara komunitas Haredi dengan institusi militer Israel, serta menjadi ujian berat bagi kohesi sosial di tengah masyarakat Israel.


Halaman:

Komentar