Total, terdapat setidaknya 13 kapal perusak AS yang beroperasi di Laut Arab bagian Utara dan sekitarnya. Kapal-kapal ini juga dilengkapi dengan sistem pertahanan udara canggih.
Ketegangan antara AS dan Iran telah memanas sejak masa kepemimpinan Donald Trump. AS secara konsisten menuduh Iran mengembangkan senjata nuklir, yang berpuncak pada serangan terhadap fasilitas penelitian nuklir Iran pada Juni tahun lalu.
Namun, pejabat Iran berulang kali membantah tuduhan tersebut. Mereka menegaskan bahwa program nuklir Iran hanya ditujukan untuk keperluan sipil dan energi, bukan untuk senjata. Menjelang pidato Trump, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan kembali komitmen itu melalui sebuah unggahan di media sosial, menyatakan, "Iran dalam keadaan apapun tidak akan mengembangkan senjata nuklir."
Klaim AS mengenai rudal jarak jauh Iran ini kembali memicu analisis mengenai dinamika keamanan global dan eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah, yang perlu terus dipantau perkembangannya.
Sumber: Berbagai sumber terpercaya.
Artikel Terkait
Blok Sunni Turki-Mesir: Ancaman Nuklir Baru Bagi Israel?
AS Bebaskan Israel dari Iuran Board of Peace: Analisis Hegemoni dan Ketimpangan dalam Diplomasi Global
Puluhan Jet Tempur AS Termasuk F-35 di Yordania: Analisis Ketegangan & Pernyataan Raja Abdullah
Alasan Arab Takut Iran Diserang: Israel Bakal Merajalela & Kawasan Kacau