Koresponden Al Jazeera di lokasi, Maziar Motamedi, melaporkan adanya gangguan komunikasi seluler parah di sejumlah area Teheran yang menyulitkan koordinasi.
Pernyataan Resmi dari Donald Trump dan Benjamin Netanyahu
Presiden AS Donald Trump membenarkan operasi tersebut dengan menyatakan tujuannya untuk membela keamanan Amerika.
"Militer AS telah memulai operasi tempur besar-besaran di Iran. Tujuan kami adalah menghilangkan ancaman dari rezim Iran," tegas Trump.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji kepemimpinan Trump dan menyebut operasi ini sebagai tindakan bersama yang telah direncanakan lama.
"Ini akan membuka peluang bagi rakyat Iran untuk menentukan nasib mereka sendiri," ujar Netanyahu. Sumber pertahanan Israel mengungkapkan operasi ini telah dirancang berbulan-bulan, bahkan saat negosiasi AS-Iran masih berlangsung.
Dampak dan Situasi Terkini
Serangan ini menandai peningkatan konflik yang signifikan dan berpotensi memperluas ketegangan di kawasan Timur Tengah. Situasi di Teheran masih berkembang dengan laporan mengenai kerusakan infrastruktur dan gangguan layanan.
Artikel Terkait
Korban Tewas Serangan Israel ke Iran Capai 40 Orang, Termasuk Serangan ke Sekolah Perempuan
Iran Serang Pangkalan AS di Timur Tengah: Analisis Ledakan di Bahrain, Qatar, Kuwait & UEA
Ledakan dan Serangan Rudal di Teheran 2026: Kronologi, Lokasi, dan Laporan Terkini
Pakistan Bombardir Kabul 2026: Eskalasi Serangan Udara & Dampaknya